Tanya Dokter

  • Mengatasi anak sulit minum susu

  •  Friezca Oneng
    Anggota
    Selamat pagi dok,saya mau tanya Anak perempuan saya memang ASI.tapi saya bantu sufor.masalahny anak saya gak mau ngedot,terus kalo saya sulangi pakai sendok cuma mau sedikit dok

    Hai Friezca,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Perlu diperjelas, berapa usia anak Anda saat ini? Bagaimana dengan berat badannya?

    Pemberian susu formula pada anak sesungguhnya bukan merupakan hal yang wajib. Selama Anda yakin bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui pemberian makanan yang sehat dan bergizi, maka susu formula tidak lagi diperlukan. Terlebih jika Anda masih bisa menyusui anak Anda dengan ASI (air susu ibu).

    Namun, jika anak Anda sudah berusia lebih dari 1 tahun, memiliki kendala dengan nafsu makan, maka susu tambahan bisa menjadi salah satu alternatif tambahan (bukan pengganti makan atau ASI).

    Anak yang tidak mau mengkonsumsi susu formula menggunakan dot biasanya diakibatkan oleh dirinya yang tidak terbiasa menggunakan dot, jadi bukan masalah susu formulanya. Saat menyusu langsung dari payudara, anak akan merasa lebih nyaman karena alirannya yang tidak terlalu deras dan bisa disesuaikan dengan caranya menyedot puting. Dengan begitu, ASI hanya akan keluar saat bayi mengedot dalam aliran yang tepat kecepatannya. Hal ini tentu berbeda dengan jika anak Anda menggunakan dot. Karena, aliran susu dalam dot akan terus mengalir seiring dengan arah gravitasi meski bayi tidak menyedotnya. Akibatnya, bayi akan merasa tidak nyaman dan lebih mudah tersedak.

    Tidak masalah jika anak Anda tidak mau menggunakan dot. Hal ini justru baik, karena biasanya anak yang terbiasa menggunakan dot akan sangat sulit dilepaskan kebiasaan mengedot-nya. Sebagai alternatif, Anda bisa memberikan anak Anda susu tambahan menggunakan sendok, gelas, sedotan, atau cupfeeder. Tidak perlu memaksa anak untuk harus mengkonsumsi susu formula. Penuhi kebutuhan gizi anak Anda dengan selalu memberinya makanan yang sehat dan bergizi.

    Sekian penjelasan dari kami. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa berkonsultasi langsung ke dokter spesialis anak ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah