Tanya Dokter

  • Tidakk suka keramaian dan rasa cemas berlebih

  •  jakajauhari
    Anggota

    Halo Dok. Saya seorang mahasiswa di perguruan tinggi di Kota Surabaya, usia menjelang 21 tahun. 

     

    Saya sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di pikiran saya. Sejak SD hingga dewasa, saya merasa tidak nyaman di tempat ramai, sulit berhubungan dengan orang lain, sering muncul bayangan memori yang buruk yang pernah terjadi dan merasa cemas jika akan keluar rumah. 

     

    Problem pertama, sulit merasa nyaman di ruangan terbuka dan ramai. Misalnya saat ada di seminar ketika narasumber sedang menerangkan sesuatu, saya tidak bisa fokus ke narasumber karena merasa orang2 di depan tempat duduk saya tidak nyaman dan sedang membicarakan hal buruk tentang saya. Hal itu diperkuat dari gerak gerik mereka yang saya lihat seperti sedang gelisah. Dan ini tidak hanya terjadi sekali dua kali namun terus menerus hingga sekarang. Hal itu membuat saya tidak nyaman dan sulit berkonsentrasi jika ada di ruangan terbuka. 

     

    Problem kedua. Saya tidak bisa merasa "benar-benar dekat" dengan orang lain. Teman-teman dekat dan mantan pacar saat itu, bagi saya sejujurnya seperti bukan siapa-siapa. Saya tidak merasa mereka sangat lah penting. Hal ini membuat saya cenderung menolak ajakan untuk berkumpul. Akan tetapi, pikiran saya yang lain, malah merasa takut diabaikan dan membutuhkan kehadiran mereka. Sehingga, di sini saya merasa seperti ada 2 pikiran yang bertolak belakang.

     

    Problem ketiga, bayangan atau memori buruk. Seringkali saat stress, saya teringat memori buruk atau perkataan yang bagi saya dapat terlihat jelek dan memalukan di depan orang lain. Contoh memori buruk: bayangan gagal melakukan sesuatu, dipermalukan di depan umum, kecelakaan, dan dikucilkan oleh teman-teman. Akibat dari bayangan tsb saya sering bicara untuk memotivasi diri sendiri (seperti: "hal ini baik-baik saja") dan overthinking terus menerus. Memori tsb bahkan membuat saya sulit tidur nyenyak karena ebelum tidur saya memikirkan bagaimana respon orang terhadap tindakan saya. 

     

    Problem keempat, merasa gugup dan cemas ketika akan keluar rumah ataupun saat berbicara di depan umum. Hal ini mulai saya rasakan sejak SMP. Memang dulu saya pernah ada trauma karena dimarahi oleh guru yang galak di depan umum. Sejak itu, saya menjadi agak rendah diri, takut menghadapi masalah dan seringkali lari dari persoalan. Ciri-ciri yang saya rasakan: gelisah dan rasa terburu-buru, nafas yang menjadi cepat, jantung berdebar, badan berkeringat dan otot yang menegang.

     

    Di luar dari 4 problem utama di atas, mood dan suasana hati saya sangat mudah berubah dan tak menentu, tidak bisa memprioritaskan pekerjaan dan berbuat hal-hal ceroboh. Namun, hal positifnya adalah hingga saat ini saya tidak pernah merasa ingin bunuh diri dan mencelakakan diri saya apapun bentuknya.

     

    Itu saja penjelasan saya. Bagaimana menurut Anda, apakah saya mempunyai gangguan kesehatan jiwa? Dan masalah kesehatan jiwa yang seperti apa? Perlukah saya menemui psikolog?

    Sekian dan terima kasih banyak untuk waktu dan kesediaannya menjawab masalah saya ini. 

     

    Laki-laki, straight, 20 tahun.

    Halo Jakajauhari

    Terima kasih telah bertanya pada Alodokter

    Berdasarkan gejala Anda memang mengarah ke arah gangguan kesehatan jiwa, karena kesehatan jiwa itu sendiri tidak semata-mata hanya "gila" seperti yang dikenal masyarakat awam. Sulit beradaptasi pun termasuk gangguan kesehatan jiwa dan beberapa hal yang mungkin terjadi pada Anda sebagai berikut:

    • Gangguan Kecemasan: Gangguan cemas ini terdapat 3 macam yaitu gangguan cemas menyeluruh, gangguan panik, dan gangguan kecemasan sosial. Gangguan kecemasan sosial ini merupakan gangguan dimana seseorang merasa cemas dan takut terhadap interaksi sosial
    • Gangguan PTSD: PTSD merupakan gangguan stres pasca trauma dimana pada penderita ini mengalami sebuah kejadian yang menyebabkan ia mengalami trauma mendalam sehingga sering menyebabkan stres
    • Gangguan waham atau delusi: merupakan gangguan yang sebenarnya merupakan hanyalah kepercayaan pasien yang belebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Seperti merasa dikejar-kejar atau dibicarakan oleh orang lain.

    Hal-hal diatas merupakan yang kemungkinan terjadi pada Anda, namun untuk memastikannya tetap harus dilakukan beberapa test psikologi dan wawancara medis (anamnesa) lebih mendalam terhadap keluhan Anda. Maka dari itu sebaiknya cobalah datangi psikiater (dr. Sp.KJ) terdekat Anda untuk melakukan pemeriksaan. Jangan pernah merasa malu atau khawatir untuk datang ke psikiater karena ini juga demi kebaikan Anda.

    Semoga bermanfaat

    Salam, dr. Satya Sueningrat