Tanya Dokter

  • Takut berlebihan kepada penyakit

  • Apakah takut pada seseorang adalah penyakit? Dan apakah termasuk penyakit androphobia? Dan apa solusinya?

    Halo Jihan Nabilah Khairunisa,

    Rasa takut adalah hal yang lumrah dialami oleh semua orang, dan perasaan ini cukup subjektif, tergantung dari pembawaan, latar belakang, pengalaman hidup, dsb. Rasa takut yang dikatakan sebagai suatu kelainan adalah rasa takut yang ekstrim/berlebihan atau tidak rasional yang menetap terhadap suatu faktor pencetus berupa objek atau fenomena, hingga menimbulkan suatu stress baik secara fisik maupun psikis atau keinginan dan usaha yang kuat menghindari pencetus tersebut, atau dalam bahasa medis disebut fobia. Orang yang mengalami fobia mengetahui dan menyadari bahwa ketakutannya tidak beralasan, dan ketakutan tersebut menyebabkan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu. Gejalanya berupa berdebar-debar, tubuh gemetar dan berkeringat, menangis, kebingungan/disorientasi, sesak napas, hingga pingsan. Untuk usia kurang dari 18 tahun, suatu gejala takut berlebih dikatakan fobia apabila menetap selama minimal 6 bulan. Androphobia adalah ketakutan berlebih terhadap laki-laki (andro). 

    beberapa anjuran yang sekiranya dapat dicoba untuk membantu mengurangi gejala ketakutan:

    • mengenali apa yang menimbulkan rasa takut dan mencoba memahami diri sendiri mengapa merasa takut berlebih, misalnya karena pengalaman tertentu
    • memahami bahwa rasa ketakutan tidak beralasan dan mengingatkan diri sendiri mengenai konsekuensinya, misalnya menghambat pekerjaan, menimbulkan rasa malu, dsb
    • cobalah bicarakan ketakutan tersebut dengan seseorang yang dapat dipercaya
    • menghadapi objek yang ditakutkan perlahan-lahan, melihat hal-hal yang baik dari objek tersebut, bila perlu didampingi oleh seseorang yang dapat menenangkan dan memotivasi
    • Belajar teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, olahraga
    • beribadah

    Fobia adalah suatu diagnosa gangguan psikis yang ditegakkan oleh dokter, berdasarkan kriteria diagnosa yang ada. Apabila setelah melakukan usaha di atas keluhan menetap, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter psikatri agar dapat ditindaklanjuti dari segi medis. Penanganannya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter, bisa berupa konseling, terapi kognitif-perilaku, atau jika diperlukan dapat dibantu dengan obat-obatan. 

    Semoga informasi ini bermanfaat.

    Salam, dr. Delvira