Tanya Dokter

  • Gejala HIV

  •  monica
    Anggota

    Dok satu tahun lalu sy berhubungan badan dengan pacar saya .,, seorang org asing, Kita berhubungan ketika sy haid, dan tidak pake kondom dan sy heran kenapa pacar beri sy obat flu dan diare? Sy bertanya apakah dia ada hiv dia bilang sy ada cek kesehatan setiap tahun, dan setelah berhubungan itu sy jadi stress berat dokter, sy mau test hiv tapi takut dan malu ketahuan , sy setelah berhubungan itu , tidak ada demam, hanya sakit tenggorokan tapi sebelum berhubngan itu saya ada sakit batuk yg lumayan parah , tapi tidak ada diare, tidak batuk ,keringat malam,nyeri sendi,lemas, sy merasa baik" saja tapi amandel saya tiba" meradang dengan lidah saya ada lapisan mirip kotoran yg di kerok dan bau sampai berbulan", Dan sy tidak ada penurunan berat badan, badan sy masih sama dri 2014 -2016 ini 58 kilo, Sy pun rajin berolahraga dan benar" menghindari perilaku beresiko itu lagi, Yg saya takut kan pacar sy, sy tau dia pasti pernh /sering tidur dengan gadis lain selain sy seblum di jadi pacar sy, tapi pacar sy memiliki stamina yg bagus badannya pun stabil tidak pernah kurus sekali dan gemuk , Dia pun selalu sangat sibuk dengam bisnis dia di australia ,apa kah bisa dia pengidap hiv ? Apa ciri fisik pria yg memeliki hiv dok? Dan ciri"nya apa? Sy mau test hiv dimana sy bisa test hiv di makassar , Tolong sya dokter sy merasa deprsi akan hal ini,

    Hallo Monica Potensi untuk terkena HIV memang ada, tapi pacar Anda kan belum tentu terkena HIV namun baiknya Anda memeriksakan diri Anda agar dapat diketahui kondisi sebenarnya. Setiap adanya hubungan badan terlebih tidak adanya pengaman seperti kondom tentunya berpotensi menyebabkan penularan penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan penyakit menular seksual seperti sifilis, herpes simpleks, kondiloma, dan lainnya. Adapun kondisi pacar Anda tersebut belum dapat dipastikan bahwa dirinya tekena HIV atau tidak tanpa adanya pemeriksaaan lebih lanjut. Gejala-gejala pada penderita HIV bergantung pada kemampuan daya tahan tubuh, prilaku hidup sehat, dan juga rutinitas meminum obat-obatan penghambat peruburukan HIV. Jadi bisa saja penderita HIV tampak sehat seperti halnya orang tidak terkena HIV. Memang beberapa gejala-gejala seperti penurunanan berat badan, sering sakit (batuk, pilek, diare, sakit tenggorokan, sakit kulit (jamuran, dsb), demam yang tidak jelas sebabnya, lemas, nyeri sendi. Namun gejala-gejala tersebut bisa saja muncul mengingat bahwa ada loh kondisi penderita HIV baru mengalami gejala HIV ketika setelah belasan tahun sejak infeksi pertama kali. Gejala-gejala tersebut membuat adanya pertimbangan kearah  adanya HIV namun untuk mengetahui pasti diperlukan pemeriksaan laboratorium, mengingat gejala-gejala tersebut bisa saja terjadi pada orang yang tidak terkena HIV sekalipun, atau pada mereka yang terkena kondisi penyakit lain seperti diabetes, tuberkulosis, dll. Faktor pekerjaan dan lokasi pekerjaan umumnya tidak menentukan seseorang terkena HIV atau tidak, karena HIV menular melalui pertukaran cairan tubuh seperti hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersamaan, dari ibu kepada janin yang di kandungnya. Cairan seperti keringat, air ludah, dan air mata tidak menularkan HIV Anda dapat memeriksakan HIV di fasilitas kesehatan setingkat rumah sakit yang terdekat dengan Anda Demikian informasi yang dapat disampaikan dr. Arnold