Tanya Dokter

  • Tuberkulosis limfoma

  • Dok, saya merupakan suspect TB Limfoma, kemudian beberapa saat lalu limfoma saya membesar. Dan kemudian ketika tidur saya terkaget saat limfoma saya pecah dan menghasilkan nanah yang sangat banyak, dan itu berlangsung 2x. Tetapi setelah kejadian tersebut limfoma saya berangsur mengempis tetapi masih keluar nana sampai saat ini, jadi terpaksa saya tutup dengan memakai perban. Apakah hal ini normal atau semakin membahayakan? Di sisi lain konsumsi obat TB saya tidak pernah telat. Terima Kasih

    Arief Darmawan Widiyanto  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Arief, Hampir setiap orang pernah mengalami benjolan di leher, yang umumnya benjolan-benjolan tersebut tidak berbahaya, namun juga terdapat kemungkinan benjolan di leher juga dapat menjadi gejala penyakit serius. Berikut adalah beberapa penyebab benjolan di leher :

    • pembengkakan kelenjar tiroid
    • pembengkakan kelenjar getah bening (KGB), biasanya akibat infeksi di area sekitar KGB (misalnya akibat infeksi gigi, pilek, infeksi tenggorokan, campak, TB, dll) atau infeksi KGB itu sendiri
    • kista
    • proses pernanahan/ abses (bisul besar)
    • batu kelenjar ludah sehingga menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah
    • kanker
    • dll
    Limfoma adalah kanker yang muncul pada sistem limfatik, yang menghubungkan kelenjar-kelenjar getah bening di dalam tubuh. Biasanya bergejala :
    • benjolan yang semakin membesar
    • mudah lelah
    • keringat malam hari
    • demam disertai menggigil
    • penurunan berat badan
    • tidak nafsu makan
    • infeksi yang sulit sembuh
    • dll
    Sementara itu, TB kelenjar adalah proses infeksi kuman M. tuberculosa yang menyerang KGB, umumnya akan menimbulkan pembesaran kelenjar multipel. Luka yang muncul disebut sebagai skrofuloderma, dan akan sembuh seiring dengan pengobatan TB, yang umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama (sekitar 6 - 9 bulan). Berdasarkan pernyataan Anda di atas, diagnosis masih diduga/ suspek sebagai TB, baku/standar emas  diagosis adalah biopsi KGB dan dilanjutkan dengan pemeriksaan patologi anatomi, berkonsultasilah kembali kepada dokter yang merawat Anda. Semoga bermanfaat, dr. Rico Novyanto