Tanya Dokter

  • Prosedur Pengobatan TB MDR

  • Assalamu Alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

     
    Selamat Malam...
     
    Mohon Maaf Saya Ingin Bertanya Tentang Pengobatan TB MDR, karena kebetulan Istri Saya yg bernama ADELIA adalah Pasien TB MDR asal MAKASSAR.
     
    Istri saya sudah menjalani Pengobatan TB MDR selama 1 bln lebih...dan saya sangat kasihan terhadap istri saya disebabkan selama Pengobatan yg Rutin tiap harinya Istri sy sangat menderita. Istri sy Menderita bkn karena Penyakit TB yg di deritanya tetapi Istri sy kadang Mengeluhkan di luar Penyakit yg di deritanya. Contohnya seperti NYERI TULANG, PUSING, MUAL dan SUSAH TIDUR. Apakah itu memang efek samping dari Obat TB MDR?
     
    Yang Parahnya setiap istri sy datang berobat Ke Rumah Sakit dan mengeluhkan masalah2 yg di luar dari pnyakit yg di deritanya pihak Rumah Sakit tidak Bisa memberikan Solusi Atau Pihak Rumah Sakit Tidak Memberikan Obat untuk Setiap Keluhan Istri saya.
     
    Buat admin DOKTER Mohon Bantuannya Dan Penjelasan Bagaimana sebenarnya Prosedur Dari Pengobatan TB MDR ini.
     
    Yang saya takutkan hanya karena ingin menyembuhkan 1 Penyakit malahan membuat Penyakit yang lain MUNCUL dan Bisa Parah.
     
    Mohon Bantuannya
     
    ini no Hp saya 081354513668
     
    TERIMA KASIH
    FhAndi BOelzar  dr. Budiono
    Dokter

    Hai Fhandi,

    TB atau tuberkulosis merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri ini menginfeksi manusia melalui droplet (cairan pada saluran nafas/ludah) dan dapat menginfeksi berbagai organ. Pengobatan TB dilakukan dengan OAT (Obat antituberkulosis) yang berupa kombinasi beberapa obat (umumnya rifampisin, isoniazid, pirazinamid dan ethambutol).

    TB MDR adalah kondisi infeksi bakteri tuberkulosis yang sudah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 OAT yang paling poten yakni isoniazid dan rifampisin secara bersama-sama atau disertai kekebalan terhadap obat TB lini pertama lainya (ethambutol, streptomisin atau pirazinamid).

    TB MDR dapat disembuhkan, namun dikarenakan bakteri TB tersebut telah mengalami kekebalan maka pengobatan TB MDR akan lebih sulit dan lebih lama dibandingkan infeksi TB non-MDR. Pengobatan TB MDR dilakukan dengan OAT lini kedua dan disesuaikan dengan uji resistensi bakteri. Dikarenakan obat yang dikonsumsi lebih banyak maka tidak jarang pengobatan TB MDR juga disertai efek samping yang lebih berat.

    Dikarenakan efek samping pengobatan dan respon pengobatan dapat bervariasi antar individu maka alur penanganan TB MDR dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kondisi pasien tersebut. Secara umum berikut adalah prosedur penanganan TB MDR :

    • Pemberian OAT sesuai dengan uji resistensi dan memastikan obat tersebut dikonsumsi
    • Peningkatan taraf gizi, pemberian supplemen seperti multivitamin bila diperlukan
    • Monitoring efek samping pengobatan
    • Evaluasi respon pengobatan, perbaikan atau perburukan
    • Obat-obatan supportif atau sesuai gejala
    • Terapi pembedahan
    • Bila istri Anda mengalami keluhan selama menjalankan pengobatan maka sebaiknya istri Anda berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya agar mendapat penanganan lebih lanjut mengenai kondisinya. Dokter yang merawat istri Anda tentu jauh lebih paham mengenai kondisi istri Anda dibandingkan hanya melalui konsultasi online saja.

      Bila memang terdapat keterbatasan fasilitas pada tempat Anda berobat maka sebaiknya istri Anda meminta rujukan kefasilitas kesehatan yang lebih lengkap agar mendapat penanganan yang komprehensif.

      Berikut artikel terkait pertanyaan Anda :

      Pengobatan Tuberkulosis

      Semoga bermanfaat,

      dr. Budiono

    FhAndi BOelzar  dr. Budiono
    Dokter

    Hai Fhandi,

    TB atau tuberkulosis merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri ini menginfeksi manusia melalui droplet (cairan pada saluran nafas/ludah) dan dapat menginfeksi berbagai organ. Pengobatan TB dilakukan dengan OAT (Obat antituberkulosis) yang berupa kombinasi beberapa obat (umumnya rifampisin, isoniazid, pirazinamid dan ethambutol).

    TB MDR adalah kondisi infeksi bakteri tuberkulosis yang sudah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 OAT yang paling poten yakni isoniazid dan rifampisin secara bersama-sama atau disertai kekebalan terhadap obat TB lini pertama lainya (ethambutol, streptomisin atau pirazinamid).

    TB MDR dapat disembuhkan, namun dikarenakan bakteri TB tersebut telah mengalami kekebalan maka pengobatan TB MDR akan lebih sulit dan lebih lama dibandingkan infeksi TB non-MDR. Pengobatan TB MDR dilakukan dengan OAT lini kedua dan disesuaikan dengan uji resistensi bakteri. Dikarenakan obat yang dikonsumsi lebih banyak maka tidak jarang pengobatan TB MDR juga disertai efek samping yang lebih berat.

    Dikarenakan efek samping pengobatan dan respon pengobatan dapat bervariasi antar individu maka alur penanganan TB MDR dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kondisi pasien tersebut. Secara umum berikut adalah prosedur penanganan TB MDR :

    • Pemberian OAT sesuai dengan uji resistensi dan memastikan obat tersebut dikonsumsi
    • Peningkatan taraf gizi, pemberian supplemen seperti multivitamin bila diperlukan
    • Monitoring efek samping pengobatan
    • Evaluasi respon pengobatan, perbaikan atau perburukan
    • Obat-obatan supportif atau sesuai gejala
    • Terapi pembedahan
    • Bila istri Anda mengalami keluhan selama menjalankan pengobatan maka sebaiknya istri Anda berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya agar mendapat penanganan lebih lanjut mengenai kondisinya. Dokter yang merawat istri Anda tentu jauh lebih paham mengenai kondisi istri Anda dibandingkan hanya melalui konsultasi online saja.

      Bila memang terdapat keterbatasan fasilitas pada tempat Anda berobat maka sebaiknya istri Anda meminta rujukan kefasilitas kesehatan yang lebih lengkap agar mendapat penanganan yang komprehensif.

      Berikut artikel terkait pertanyaan Anda :

      Pengobatan Tuberkulosis

      Semoga bermanfaat,

      dr. Budiono