Tanya Dokter

  • Apakah saya terkena TBC?

  •  RidwanL
    Anggota
    Salam dok, Saya sudah batuk kurang lebih 1 bulan dan disertai dng dahak+sakit kepala+penurunan berat badan+kalo capek bisa demam. Nah, seminggu yg lalu saya pergi periksa dan dr ciri2 trsebut dokter mengira sy TB dan disarankan untuk tes dahak. Tetapi, sebelum pergi periksa smpai sekarang batuk saya sudah tdk berdahak meski tenggorokan gatal+biasax demam pada pagi hari. FYI, nafsu makan sy tdk menurun. TB kah sy dok? Langkah apa yg harus sy tempu? Terimakasih

    Hai,

    TB atau tuberkulosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini utamanya menular melalui percikan dahak orang yang terinfeksi TBC paru. Apabila terhirup, kuman akan masuk ke dalam saluran napas dan bersarang di paru-paru, sehingga utamanya TB akan mengakibatkan gejala terkait saluran napas, seperti batuk (biasanya lebih dari 2 minggu) dan sesak. Sering juga terdapat gejala penyerta berupa demam, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan dan keringat malam.

    Setiap kasus batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu perlu dicurigai sebagai kasus TB. Diagnosis TB ditegakkan melalui wawancara klinis dan pemeriksaan fisik oleh Dokter, sering perlu ditunjang dengan pemeriksaan foto Roentgen, pemeriksaan dahak dan darah untuk menunjang diagnosis. Setelah diagnosis tegak, pengobatan TB perlu dijalankan sekurangnya selama 6 bulan agar bisa dinyatakan tuntas berobat. Ketuntasan berobat penting untuk mencegah kekambuhan penyakit dan timbulnya jenis kuman kebal obat yang sulit diobati.

    Selain oleh TB, batuk bisa juga disebabkan oleh bronkitis, pneumonia, penyakit asam lambung, sinusitis, infeksi saluran napas dan asma. Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter. Sementara waktu, Anda sebaiknya mengenakan masker untuk mencegah penularan penyakit. Hindari paparan asap rokok dan debu kendaraan. Hindari juga paparan dingin, mis. air dingin, udara dingin dan minuman dingin.

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma