Tanya Dokter

  • Nyeri tenggorokan saat menelan makanan

  •  leninuriyani
    Anggota
    Asalamualaikum dok saya mau tanya kan tadi pagi tengorokan saya nga kenapa napa eh pas aga siangan ko tengorokan saya sakit nelen aja sakit kira kira itu kenapa ya dok

    Halo leninuriyani, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Gejala nyeri saat menelan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab nyeri menelan:

    1. Tonsilofaringitis akut atau radang pada tonsil dan faring. Tonsilofaringitis akut dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, ataupun jamur, namun lebih sering disebabkan karena infeksi virus. Gejala utama pada penyakit ini adalah nyeri saat menelan dan dapat disertai dengan penjalaran nyeri ke telinga. Gejala lainnya yang dapat ditemukan antara lain demam, sakit kepala, lemas, gangguan lambung, nafas berbau, suara serak. Pada tonsilofaringitis yang disebabkan oleh bakteri, biasanya dapat ditemukan juga pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, bintik kemerahan pada dinding atas rongga mulut, dan plak keputihan pada tonsil.
    2. Abses peritonsilar, yatiu munculnya nanah di area sekitar tonsil. Pada abses peritonsilar, gejala yang sering ditemukan adalah nyeri menelan yang sangat  hebat, biasanya pada satu sisi leher, demam, suara serak, kadang disertai dengan bengkak pada leher, pembesaran pada kelenjar getah bening leher, dan nyeri pada telinga. Pada kasus yang berat dapat juga ditemukan trismus atau kaku pada rahang.
    3. Epiglotitis atau radang pada epiglotis. Epiglotitis bisa disebabkan infeksi virus, bakteri, jamur, ataupun penyebab non infeksi. Gejala utama pada epiglotitis antara lain sakit tenggorokan atau nyeri menelan, demam, suara serak, ngiler berlebih, dan pada kondisi yang berat dapat disertai gangguan pernafasan.
    4. Abses retrofaring. Gejala utama dari abses retrofaring adalah kesulitan dan nyeri saat menelan, demam, serta pembesaran kelenjar getah bening di leher. Dapat ditemukan pula suara serak dan ngiler berlebih serta kaku pada leher.
    5. Abses parafaring. Abses parafaring dapat memberikan gejala seperti demam, nyeri saat menelan, serta pembengkakan pada leher bagian depan. Abses pada bagian depan ruang parafaring dapat memberikan gejala trismus atau sulit membuka mulut dan pembesaran tonsil serta dinding dalam faring. Abses pada bagian belakang ruang parafaring memberikan gejala trismus yang minimal, namun pembengkakan terjadi ke dalam dan gejala infeksi tampak lebih berat ditandai dengan menggigil, demam tinggi, penyebaran infeksi ke darah, gangguan neurologis, dan lain-lain.

     

    Diantara semua penyebab tersebut, tonsilofaringitis akut karena infeksi virus adalah kondisi yang paling sering terjadi. Bila memang penyebab gejala anda adalah infeksi virus, maka gejala anda akan membaik sendiri dalam 3 hari dan menghilang sendiri dalam 5-10 hari. Tapi bila dalam 5 hari gejala tidak membaik atau bila gejala justru semakin bertambah parah, terutama bila disertai dengan gangguan pernafasan, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan menggali lebih dalam mengenai gejala lain yang anda alami seperti adanya demam, kesulitan menelan, gangguan pernafasan, kesulitan membuka mulut, dan lain sebagainya, melakukan pemeriksaan tenggorokan dan leher, serta beberapa pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah lengkap, tes rapid antigen untuk infeksi bakteri Streptokokus, dan lain sebagainya.

     

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan di rumah:

    1. Banyak minum air putih hangat, minumlah setidaknya 2 liter per hari, bila terdapat demam, minumlah lebih banyak lagi
    2. Istirahat dan tidur yang cukup
    3. Makan makanan yang bergizi, anda juga dapat makan makanan yang lunak terlebih dahulu bila nyeri saat menelan makanan yang keras
    4. Bila anda merasa demam atau nyeri tidak dapat ditahan, anda juga dapat mengonsumsi obat antinyeri seperti Parasetamol atau Ibuprofen.

     

    Sekian jawaban dari saya, semoga dapat bermanfaat.

     

    dr. Irna Cecilia