Tanya Dokter

  • Penyebab janin dalam kandungan kurang aktif bergerak

  • Dok, saya mau tanya, skrg kehamilan sy udah 28 minggu lebih , jadi akhir2 ni udah 5 hari ni anak sy d janin jarang gerak aktif dok, biasanya sllu aktif gerakannya smpe2 sy kaget dok. Pdhal di doppler jantungnya bagus, kmarin ni sy usg kata tu dokter baik2 sj dok. Ini knp ya dok tentang kehamilan sy?

    Hai putripermatasariii,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Pergerakan janin dalam kandungan memang tidak selalu signifikan sehingga bisa dirasakan oleh ibu sepanjang waktu. Seperti halnya kita manusia dewasa, dalam rahim pun janin memiliki fase tidur dan bangun. Bayi yang lebih jarang bergerak mungkin saja disebabkan oleh ia yang sedang tertidur. Selain itu, beberapa kondisi juga bisa mempengaruhi janin menjadi lebih jarang bergerak, di antaranya yakni:

    • Asupan nutrisi kurang, misalnya saat ibu belum makan
    • Tekanan psikologis yang dirasakan ibu
    • Mobilitas ibu cukup tinggi
    • Ukuran janin besar, sehingga mempersempit ruang geraknya, dan sebagainya

    Selama masih ada pergerakan (walaupun sedikit) dan pemeriksaan USG pun menunjukkan hasil yang baik, maka Anda tidak perlu khawatir ya.. Anda perlu waspada dan memeriksakan SEGERA ke dokter apabila Anda tidak merasakan pergerakan janin sama sekali hingga lebih dari 2 x 24 jam disertai riwayat perdarahan dari jalan lahir, keputihan yang banyak dan abnormal, hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan, cidera, atau kram perut hebat.

    Sebagai langkah awal, Anda bisa merangsang janin untuk lebih banyak bergerak dengan cara:

    • Sering menganjak janin Anda berbicara
    • Sering mengelus-elus atau mengelitik area perut sekitar rahim
    • Makan dengan teratur dengan porsi sedikit-sedikit tapi sering
    • Senantiasa berpikir positif, jauhi stres, cemas, panik, atau ketakutan yang berlebihan

     

    Artikel berikut mungkin bermanfaat bagi Anda:

    Janin mulai bergerak

    Your baby's movements in pregnancy

     

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah