Tanya Dokter

  • Terapi untuk bayi 5 bulan yang positif IgG CMV

  •  Ratna Mustika
    Anggota

    Yth Alodokter.. Mohon untuk penjelasan dan sarannya. 18 mei 2015 saya melahirkan seorang bayi laki laki, saya beri nama davine. 2hari setelah kelahirannya davine saya bawa ke RS krn tdk mau nenen dan setiap menangis keluar keringat dingin. Setelah di RS di cek lab darah dan cek IgM dan IgG CMV dan hasilnya IgM CMV negatif 0,070 dan IgG CMV positif 594.1. Setelah mengetahui adek positif CMV oleh dokter saya di sarankan untuk tes CMV juga dan hasilnya IgM CMV negatif 0.170 IgG CMV positif 584.4. Di RS davine menjalani terapi selama 2mggu dengan terapi gancyclovir dan rawat jalan valycte selama 6mggu. Sekarang usia anak saya hampir 5 bulan tp belum bisa tengkurep dan miring sendiri, pdhl seharusnya usia 5bulan udh bisa tengkurep dan miring sendiri. Apakah karena positif IgG tersebut maka anak saya jd lambat tumbuh kembangnya dok? Ada yang bilang klo yg (+) IgG nya maka tidak perlu khawatir dan tdk perlu memerlukan pengobatan. Apakah itu benar dok?? Kalau sejak lahir bayi udh positif IgG CMV nya, apakah bisa dipastikan dia mengalami infeksi IgM CMV selama dalam kandungan juga dok?soalnya sebelum hamil saya tdk pernah melakukan tes darah apapun. Mohon penjelasannya dok. Terima kasih

    Hai, Terima kasih telah menunggu jawaban kami di Alodokter.com. Infeksi CMV dapat terjadi sesudah lahir maupun sebelum lahir. Yang terjadi sesudah lahir ini biasanya jarang bermasalah. Yang dikhawatirkan adalah infeksi yang terjadi sebelum lahir, karena berpotensi menimbulkan kecacatan pada anak yang terlahir dengan CMV bawaan. Kemungkinan masalah ini muncul akan lebih besar apabila Ibu terkena CMV untuk pertama kalinya, saat 3 bulan pertama mengandung bayi. Sejauh ini, CMV bawaan diketahui menyebabkan:

    • Berat badan lahir rendah
    • Prematuritas
    • Kuning
    • Gangguan penglihatan
    • Gangguan pendengaran
    • Cacat mental
    • Kejang
    • Cerebral Palsy / lumpuh otak
    Sehingga perkembangan keterlambatan motorik (belum bisa tengkurap dan miring) mungkin bisa berkaitan dengan CMV bawaan. Tetapi keterlambatan perkembangan motorik juga bisa disebabkan oleh hal lainnya, misalnya variasi normal ("membalikkan badan" masih bisa ditolerir hingga usia 6 bulan) atau cacat genetik seperti sindrom Down. Infeksi CMV, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, juga bisa terjadi setelah lahir. Meskipun pada sebagian besar kasus jarang menimbulkan masalah, infeksi yang mengenai bayi prematur atau sedang sakit berat, berpotensi menimbulkan komplikasi gangguan saraf dan keterlambatan perkembangan psikomotorik anak. Karena infeksi CMV setelah lahir jarang bergejala (kalaupun ada, gejalanya pada bayi adalah infeksi paru, infeksi hati dan ruam-ruam kemerahan), infeksi CMV ini biasanya jarang terdeteksi. Pemeriksaan terbaik untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi CMV adalah menemukan virusnya secara langsung pada darah/cairan tubuh penderita, namun karena pemeriksaan ini cukup canggih, pemeriksaan ini biasanya hanya ada di rumah sakit besar. Cara lainnya adalah menemukan antibodi terhadap virus CMV. Immunoglobulin (Ig) adalah antibodi, yaitu komponen daya tahan tubuh yang terbentuk setelah paparan kuman/virus tertentu. Ig ini ada 5 jenis, tapi yang akan saya bahas adalah IgM dan IgG. IgM terbentuk sebagai respons segera terhadap infeksi, sedangkan IgG baru terbentuk setelah beberapa waktu pasca infeksi. IgG ini cukup unik, karena umumnya bertahan dengan kadar tinggi di darah sangat lama, kadang sampai seumur hidup; gunanya, kalau-kalau ada infeksi lagi, IgG sudah siap menumpas kuman/virus yang sama tadi. IgG juga dapat ditransfer ke janin saat masih di dalam kandungan. IgG yang positif pada anak tidak menjamin bahwa anak mengidap infeksi CMV, apalagi menentukan bahwa ini adalah CMV bawaan. Karena bisa saja IgG yang positif pada anak ini adalah hasil transfer dari ibu saat di dalam kandungan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan terbaik untuk membuktikan infeksi CMV (setelah lahir) adalah dengan menemukan langsung virusnya. Untuk membuktikan adanya infeksi CMV bawaan, diperlukan pencarian langsung virus dalam 2 minggu pertama kehidupan (karena bila dicari setelah usia > 2 minggu, kemungkinan virus ini bukan turunan dari ibunya, melainkan infeksi dari luar). Tes IgM kurang sensitif dan spesifik untuk menegakkan diagnosis CMV bawaan. Pengobatan gancyclovir yang diberikan selama 2 minggu tersebut mungkin bermaksud untuk mencegah komplikasi kecacatan akibat infeksi CMV bawaan. Memang, saat itu mungkin sulit ditentukan apakah Davine mengidap infeksi CMV atau tidak (mungkin karena kurangnya sarana pemeriksaan / sudah bukan waktunya lagi) sehingga diputuskan untuk diberikan saja obatnya (paling efektif sampai usia 6 minggu). Sehubungan dengan keterlambatan perkembangan Davine, Anda sebaiknya berkonsultasi ke klinik tumbuh kembang anak. Davine juga mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti CT-Scan kepala atau MRI kepala untuk mencari tahu ada/tidaknya keterlibatan sistem saraf pusat. Setelah penyebabnya jelas, barulah penanganan yang sesuai dapat diberikan. Sekian, mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat. dr. Radius Kusuma  

    Ratna Mustika  Ratna Mustika
    Anggota

    Terima kasih atas penjelasannya dok. Waktu itu sblm saya bawa ke RS davine juga mengalami kejang yg cukup lumayan lama (semalam) krn kurangnya pengetahuan saya tentang keadaan bayi karena ini merupakan anak pertama. Sekarang anak ini sudah mulai bisa miring dan tengkurep sendiri walaupun dengan waktu yg singkat saat tengkurep karena kalau kelamaan langsung menangis. Apakah ada kemungkinan juga karena kejang tersebut bisa merusak jaringan otaknya dok? Kalau mata sudah saya periksakan retinanya saat usia 3bulan dan hasilnya masih bagus dok. Jadi bisa di simpulkan IgG CMV yang sangat banyak itu tidak perlu di obati ya dok?

    Hai, Apabila kejangnya berlangsung singkat, sampai saat ini belum ada bukti bahwa kejang singkat dapat merusak jaringan otak. Sebaliknya, kejang yang berlangsung lama (> 30 menit, tidak mempan terhadap obat-obatan) bisa mengakibatkan otak kekurangan oksigen yang berpotensi merusak jaringan otak. IgG yang tinggi hanya menandakan bahwa kadar antibodi terhadap CMV masih tinggi. Tidak harus berarti bahwa virus CMV masih berada dalam tubuh. Tujuan pengobatan gancyclovir saat Davine masih belia telah disebutkan di postingan sebelumnya. Perlu/tidaknya pengobatan saat ini tergantung ada/tidaknya gejala infeksi CMV, yaitu infeksi paru, hepatitis, ruam-ruam kemerahan dan utamanya, apabila terdapat gangguan daya tahan tubuh. Karena umumnya, infeksi CMV pada anak adalah tidak bergejala, namun akan menjadi masalah (yaitu infeksi paru berat, hepatitis) apabila ada gangguan daya tahan tubuh. Untuk memastikan ada/tidaknya gangguan daya tahan tubuh (mis. AIDS) saat ini, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter Anak Anda. Mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat. dr. Radius Kusuma

    Ratna Mustika  Ratna Mustika
    Anggota

    Terima kasih atas penjelasannya dokter..

    Ratna Mustika  Ratna Mustika
    Anggota

    Selamat pagi dokter,, maaf menyambung yg kmrn lg. Sabtu kmrn saya coba cek ulang darah untuk tes antibodi CMV IgG dan IgM dan hasilnya adalah : Pemeriksaan Imunologi 17 okt 2015: CMV IgG : H 51.10 (+) CMV IgM : 0,400 (-) Pemeriksaan Imunologi 20 mei 2015: CMV igG : H 594.1 (+) CMV IgM : 0.070 (-). Dari IgG mengalami penurunan tp klo IgM kok ada kenaikan ya dok??apakah ini berarti tanda kalau ada virus CMV yg reaktif dok?walaupun blm mencapai batas positif apakah perlu untuk diobati dengan valycite lg dok agar virus yg reaktif tdk bertambah bnyak? Mohon penjelasannya kembali.

    Hai, Seperti yang telah dijelaskan dalam postingan sebelumnya, IgG adalah respons kedua dalam pembentukan antibodi, yang akan bertahan lama dalam tubuh (bisa sampai seumur hidup), sedangkan IgM adalah respons pertama saat terdapat kuman/virus. Keberadaan virus paling baik diketahui dengan pemeriksaan khusus untuk mencari virus, yaitu dengan tes PCR. Cara lainnya adalah dengan melihat apakah IgM tiba-tiba mendadak banyak kembali - biasanya sebesar 4x lipat dari kadar sehari-hari (yang berarti perlu pemantauan terus-menerus, namun hal ini tidak dianjurkan pada orang dengan daya tahan tubuh yang normal). IgG dalam darah menandakan bahwa tubuh sudah siap menghadapi virus, kalau-kalau virus datang kembali. Sehingga biasanya serangan virus berikutnya (kalaupun ada) nantinya akan segera ditumpas oleh pasukan IgG. Karena cepat ditumpas, gejala pun akan minimal / tidak ada. Kecuali, pada orang dengan gangguan daya tahan tubuh (mis. AIDS) ketika respons antibodi ini tidak memadai, sehingga orang dengan gangguan daya tahan tubuhlah yang perlu diobati dengan agresif. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma