Tanya Dokter

  • nyeri kepala dan muncul benjolan di leher

  •  cikuni
    Anggota

    Selamat siang dokter, semoga senantiasa dalam keadaan baik. Saat ini saya sudah berusia 23 tahun, semasa smp atau setelahnya (saya kurang menyadari) bahwa terjadinya sedikit penyekungan bentuk disekitar kepala bagian atas (bawah ubun-ubun). Namun, kemungkinan setelah itu sewaktu-waktu terkadang merasa sakit kepala/pusing, dan kepala rasanya berat, apalagi ketika setelah melakukan aktitivas yang cukup melelahkan. Obatnya jika saya sudah merasa seperti itu adalah tidur, dan terbangun alhamdulillah dalam keadaan normal kembali. Dan selama beberapa tahun terakhir (saya kurang begitu menyadari mulanya kapan), terjadinya benjolan di leher, awalnya dan sampai sekarang pun saya kira in adalah semacam penegangan otot disekitar area leher. Anehnya, terkadang jika merasa lelah benjolan tersebut jika ditekan agak terasa nyeri dibarengi dengan sakit kepala/ kepala rasanya berat, namun jika saya sudah melakukan cukup istirahat keadaan akan normal kembali. Namun saya menjadi khawatir, jika hal ini akan terus menerus terjadi dan hal ini sangat mengganggu aktivitas saya. Untuk itu saya menanyakan, kenapa hal ini terjadi dan bagaimana solusinya? Terima kasih, selamat siang.

    Hai cikuni,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Sebelumnya, perlu Anda ketahuibahwa tengkorak kepala manusia awalnya tersusun atas beberapa tulang yang saling menyatu dihubungkan oleh sendi sinartrosis sehingga menjadi padat dan tidak bisa lagi digerakkan saat dewasa. Cekungan di kepala paling sering terjadi karena penyatuan tulang-tulang tengkorak yang tidak sejajar. Kondisi ini umumnya masih merupakan variasi normal yang tidak berbahaya.

    Pusing dan nyeri kepala sebagaimana yang Anda rasakan mungkin disebabkan oleh gangguan pada struktur otak atau karena penyakit lainnya. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

    • Nyeri kepala primer:
      - Migrain
      - Nyeri kepala tegang
      - Nyeri kepala cluster
    • Nyeri kepala sekunder:
      - Hipertensi (tekanan darah tinggi)
      - Hiperkolesterolemia (kolesterol darah tinggi)
      - Gangguan refraksi mata, misalnya rabun jauh, rabun dekat, silider
      - Stres psikis
      - Kelelahan
      - Pola tidur yang tidak teratur, kurang tidur
      - Tumor otak, dan sebagainya

    Sedangkan, benjolan di leher, bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya yakni:

    • Infeksi kulit, misalnya karena bisul, jerawat, kista, abses
    • Tumor kulit, misalnya karena lipoma, fibroma, sarkoma
    • Skar hipertrofik
    • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), misalnya karena infeksi atau tumor
    • Pembesaran kelenjar tiroid, misalnya karena infeksi, penyakit autoimun, tumor, dan sebagainya

    Apabila keluhan tersebut terasa sangat mengganggu, sebaiknya periksakan langsung keluhan Anda ke dokter ya.. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium, rontgen, CT scan, atau biopsi jaringan dari benjolan untuk diperiksa secara mikroskopik.

    Sebagai langkah awal:

    • Istirahat yang cukup, hindari kelelahan yang berlebihan
    • Kendalikan stres dengan bijak
    • Biasakan makan teratur
    • Konsumsi obat paracetamol untuk membantu meredakan nyeri kepala
    • Hindari memencet atau mencungkil benjolan di leher
    • Jaga sanitasi dan ventilasi lingkungan
    • Mandi 2x sehari menggunakan sabun antiseptik

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah