Tanya Dokter

  • terlambat menstruasi

  • hallo dok, saya adalah wanita berusia 27 tahun, awal saya mengalami menstruasi pada umur 13 tahun namun menstruasi yang saya alami selalu dibawah 3 hari, terkadang saya tidak mestruasi hingga 2-3 bulan lalu menstruasi lagi dengan waktu 5-6 hari. hal tersebut saya alami sejak menstruasi yang pertama sehingga saya sering mengeluhkannya pada ibu saya, namun ibu saya menenangkan saya bahwa menstruasi tidak teratur itu tidak berpengaruh yang penting tetap mendapat menstruasi pada bulan selanjutnya. Kemudian pada tahun 2011 (pada saat itu saya berusia 23 tahun) saya memberanikan diri memeriksakan kondisi saya ke dokter kandungan, oleh dokter kandungan saya divonis mengalami Hyperplasia Endometrium sehingga saya diberi obat untuk mengatur siklus haid. namun setelah saya mengkonsumsi obat tersebut, saya mulai merasakan nyeri haid ketika menstruasi padahal sebelumnya tidak hal itu pernah terjadi. siklus haid saya pun seolah-olah selalu tergantung pada obat yang dokter berikan dan hal tersebut membuat saya takut. untuk dokter ketahui bahwa saat ini saya sudah berhenti mengkonsumsi obat dokter tersebut dan hingga saat ini saya telah berhenti menstruasi selama 7 bulan berturut-turut dok. yang ingin saya tanyakan adalah apakah saya harus kembali mengkonsumsi obat yang dokter berikan sehingga siklus haid saya lancar dan apakah tidak berbahaya bagi kesehatan reproduksi saya? mohon dijawab ya dok.... Terima Kasih :)

    Hai, Berapa banyak dan berapa lama obat yang diberikan untuk menangani hiperplasia endometrium, tergantung dari usia dan jenis hiperplasia yang terjadi. Jika memiliki berat badan berlebih, sebaiknya memiliki berat badan yang ideal. Lakukan olahraga rutin. Disarankan agar Anda periksa kembali ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG). Sehingga dengan pemeriksaan fisik, serta tes penunjang seperti USG, dapat membantu mengetahui penyebab medis yang terjadi, serta diberikan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan. Selain itu juga dapat dilakukan evaluasi terhadap obat yang sudah diberikan. Anda dapat berkonsultasi dan memperoleh informasi lebih lengkap untuk efek samping yang mungkin dapat terjadi dari jenis obat yang diberikan.   Semoga bermanfaat, dr. Jessica