Tanya Dokter

  • PEmeriksaan HIV

  •  putrajogja
    Anggota
    selamat malam dok seberapa penting cek hiv sebelum menikah? dengan riwayat kesehatan : belum pernah sex di luar nikah tidak memakai narkotika belum pernah sakit parah pernah menjenguk alm teman yang sakit parah dengan gejala badan kurus kering dan sariawan banyak di mulut (tidak tau sakit apa) di sana hanya mengobrol dan minum di gelas (tidak tau gelas bekas siapa ) apakah seandainya memakai gelas bekas pasien memiliki resiko penularan dari sisa liur atau darah sariawan ? misal tbc hepatitis hiv terimakasih
    putrajogja  putrajogja
    Anggota
    apakah saya di sarankan untuk test hiv dok? dan adakah data test hiv yang salah baca tidak terinfeksi tetapi terbaca terinfeksi? terimakasih dok

    Hallo Putrajogja

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Anda perlu memahami bahwa HIV atau Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan suatu virus bukan penyakit. Infeksi HIV ini nantinya dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh atau yang dikenal dengan penyakit AIDS. Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HIV ini, dimana gejala yang muncul berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh yang terjadi secara berlebihan. HIV ditularkan selama kontak seksual (termasuk seks genital-oral), melalui paparan parenteral (pada transfusi darah yang terkontaminasi dan pemakaian bersama jarum suntik / injecting drugs use (IDU)) dan dari ibu kepada bayinya selama masa menjelang persalinan. Pada seseorang yang belum diketahui status HIV nya, screening biasanya dilakukan jika orang tersebut memiliki resiko tinggi untuk mengalami infeksi HIV, misalnya untuk mereka yang aktif secara seksual dan tidak menggunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual, kemudian mereka yang menggunakan obat suntik dengan jarum yang dipergunakan bergantian. Menurut panduan yang ada, memang sebaiknya setiap remaja dan orang dewasa paling tidak harus mendapatkan skrining HIV. Namun tidak ada panduan yang menyatakan bahwa sebelum menikah harus melakukan skrining atau uji HIV. Perlu anda ingat bahwa skrining HIV hampir di semua tempat merupakan pemeriksaan atas keinginan pribadi sendiri. Namun pada beberapa tempat pelayanan kesehatan memang ada yang mewajibkan seseorang yang mendapatkan pelayanan pada tempat kesehatan tersebut harus diuji kesehatannya termasuk juga menjalani pemeriksaan HIV. Selama anda dan pasangan anda belum pernah melakukan hubungan seksual beresiko (tanpa menggunakan pengaman dan bergonta-ganti pasangan) dan juga menggunakan jarum suntik bergantian, maka menurut saya skrining atau uji HIV belum diperlukan. Tes skrining HIV sendiri biasanya menggunakan uji cepat (rapid test) yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga kesalahan pembacaan hasil sangat jarang terjadi. Bisa saja terjadi kesalahan jika terjadi kerusakan pada alat atau bahan uji yang dipergunakan sudah expired. Bisa saja hasil pembacaan negatif karena uji dilakukan saat seseorang mulai dapat diperiksa darahnya atau ketika infeksi HIV ini belum tampak secara jelas pada seseorang (belum terbentuk antibodi/kekebalan tubuh terhadap HIV).

    Mengenai penularan penyakit TBC, HIV dan Hepatitis melalui kontak dengan tempat minuman yang anda anggap mungkin terdapat bekas liur dan darah sariawan, secara jelas dikatakan dari sumber literatur kesehatan bahwa metode ini bukan menjadi jalur penularan penyakit tersebut. Sehingga anda tidak perlu khawatir dengan kondisi ini.  

    Semoga jawaban ini membantu.

    dr. Aldy Valentino