Tanya Dokter

  • tiba tiba bayi saya tidak buang air besar

  •  Rika Ningrum
    Anggota

    Hello dokter saya mau Tanya ni?kenapa bayi saya tidak buang air besar sudah 1 minggu? Padahal saya hanya memberi asi saja pada bayi saya, apa itu berbahaya untuk bayi kalau tidak buang air besar?tolong di jawab dokter saya tungu! Terima kasih

    Halo, Pada umumnya bayi yang masih mendapatkan ASI ekslusif frekuensi buang air besarnya akan semakin berkurang dengan bertambahnya usia karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap asi lebih banyak. Selama bayi Anda sehat masih mau menyusu, tidak rewel, demam dan bentuk tinjanya wajar maka masih tergolong hal yang normal. Bayi yang mendapatkan ASI biasanya lebih jarang mengalami konstipasi atau kesulitan BAB karena ASI merupakan nutrisi yang mudah diserap dan dicerna dan juga mengandung zat laktasif (mengencerkan tinja). Usia bayi

    • Tiga hari pertama : bayi masih mengeluarkan BAB berupa mekonium, mekonium adalah kotoran atau tinja yang dihasilkan selama bayi di dalam kandungan, berwarna hijau kehitaman, lengket dan kental.
    • Bulan pertama : Tinja bayi mulai menunjukan warna yang berbeda-beda, wajarnya berwarna kuning atau lebih hijau, lunak agak cair, kadang berlendir atau berbuih dan berbiji-biji. Bayi yang mendapatkan ASI yang cukup maka frekuensi dan jumlah tinja akan meningkat umumnya pada hari kelima, frekuensi BAB biasanya 2-3 kali dalam sehari bahkan lebih sering.
    • Usia 2-6 bulan : Pada bayi ASI frekuensi BAB akan mendadak berubah dari yang tadinya sering menjadi 1 kali dalam 3 hari atau bahkan bayi tidak BAB selama 20 hari atau lebih dikarenakan usus bayi yang semakin berkembang baik mencerna ASI sehingga ASI yang diserap oleh tubuh menjadi lebih banyak.
    • Setelah bulan ke 6 : Bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) sehingga frekuensi, bentuk dan jumlah tinja akan berubah-ubah bergantung dari makanan yang dimakan bayi tersebut.  Tinja yang keras, sulit dikeluarkan hingga membuat bayi mengejan bahkan sampai membuat anus bayi berdarah hal ini yang disebut sebagai konstipasi (sembelit). Biasanya diperlukan tambahan buah-buahan, serat atau cairan ke dalam makanannya.
    Tanda-tanda kegawatan yang perlu diperhatikan:
    • Mekonium masih keluar setelah bayi berusia tiga hari
    • Tidak buang air besar dalam 24 jam atau tinja berwarna coklat, jumlah sedikit atau jarang BAB pada saat bayi berusia 5-21 hari
    • Tinja menjadi keras
    • Terdapat darah pada tinja
    • Rewel atau menangis keras tanpa sebab jelas
    • Tidak mau menyusu atau frekuensi menyusu berkurang
    • Tiba-tiba muncul demam
    • Berat badan sulit naik
    • Maka perlu segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis Anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
    Baca artikel terkait : Tanda-tanda bayi susah bab Semoga membantu, dr. Rievia

    Rika Ningrum  Rika Ningrum
    Anggota

    Terima kasih atas information dan bantuan dari dokter! Itu sangat membantu saya agar tidak perlu risau dan cemas lagi kalau misal kan bayi saya tidak buang air besar selama beberapa hari...!

    Sama-sama, Sebagai tambahan Tanda-tanda kegawatan lain yang perlu diperhatikan adalah perut bayi semakin membesar atau menjadi keras. Terima kasih, dr. Rievia