Tanya Dokter

  • Tidak bisa buang air kecil setelah melahirkan normal

  • Dok...istri saya mlahirkan dgn normal .. tp knpa istri saya sama skali gak bisa BAK hrs pake kateter baru bisa BAK.. sudah hampir 3 ini pke kateter trs.. tiap smggu skali buka kateter dicoba apa sudah bisa BAK apa blm... tp stlh dilepas msh blm bisa BAK jga jd pasang kateter lg... sy jga sudah coba pancing pake air es ms V nya trus berendam air hangat jga sudah tapi ttp jga gak bisa BAK apa ada solusi lain dok... mohon bantuannya???

    Halo, Kesulitan BAK atau retensi urin merupakan terjadi pada perempuan yang tidak dapat BAK spontan 6 jam pasca melahirkan. Gejala yang dapat menyertai retensi urin selain sulit BAK adalah mengedan saat berkemih, pancaran tidak kuat, rasa tidak nyaman di daerah pubis dan rasa penuh di bagian pubis. Penyebab retensi urin dapat terjadi pasca persalinan normal yaitu:

    • Trauma pada kandung kemih dan saluran kencing saat persalinan yang mengakibatkan luka/iritasi dan edema (bengkak)
    • Hipotonia (tonus otot yang menurun) pada otot kandung kemih sehingga menyebabkan otot tetap dalam kondisi rileks dan tidak berkontraksi akibat pengaruh hormonal ataupun anestesi epidural saat persalinan
    • Gangguan psikologis akibat rasa takut luka jahitan di jalan lahir terasa nyeri atau terbuka yang menimbulkan refleks kejang (<i>cramp reflex</i>) pada uretra
    Penanganan yang dilakukan umumnya adalah menggunakan kateter urin untuk membantu mengeluarkan urin yang telah tertampung dan dilakukan latihan (<i>bladder training</i>). Bladder training merupakan kegiatan untuk melatih otot kandung kemih kembali memilki upaya berkemih. Caranya adalah dengan mengikat selang kateter sampai pasien merasakan ingin BAK lalu ikatan dilepas yang dilakukan beberapa kali sampai pola berkemih normal lalu kateter dapat dilepaskan. Cara lain yang dapat dilakukan untuk menangani retensi urin pada wanita pasca persalinan adalah dengan pemberian terapi uterotonika. Hal ini diharapkan dengan meningkatnya kontraksi uterus, akan diikuti dengan kontraksi kandung kemih. Selain itu, bila retensi yang terjadi sudah cukup lama, perlu dipertimbangkan juga kemungkinan penyebab lain yang dapat terjadi seperti batu pada saluran kemih dan infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, sebaiknya periksakan kembali istri Anda ke dokter atau dokter spesialis kandungan atau dokter urologi untuk dilakukan evaluasi sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat. Semoga membantu, dr. Theresia