Tanya Dokter

  • Apakah flek hitam adalah efek samping dari kurang tidur?

  •  Ar Arif
    Anggota
    Dok,kurang tidur dapat menyebabkan penyakit kulit apa saja ? Apakah flek hitam termasuk efek dari kurang tidur ?

    Hai Ar,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Flek hitam ada banyak penyebabnya. Salah satu di antaraya adalah pola tidur yang tidak teratur, termasuk juga kurang tidur. Bagaimana mekanismenya tidak diketahui pasti. Namun, diprakirakan, saat kualitas tidur kurang baik, aktifitas kelenjar minyak dan sel-sel yang memproduksi pigmen melanin akan lebih banyak meningkat aktifitasnya. Kedua kondisi ini bisa memicu timbulnya komedo dan flek hitam. 

    Di samping itu, flek hitam erat pula kaitannya dengan berbagai faktor berikut:

    • Perubahan hormonal, misalnya saat menjelang menopause, saat menggunakan KB hormonal
    • Paparan sinar UV berlebihan
    • Genetik (bawaan)
    • Penuaan
    • Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat, dan sebagainya

    Selain flek hitam, masih banyak kemungkinan gangguan kulit yang dipicu atau diperparah oleh kurang tidur, misalnya jerawat, penuaan dini, dan sebagainya.

    Karenanya, sebaiknya Anda perbaiki kualitas dan kuantitas tidur Anda. Tidur yang baik dilakukan selama 6 hingga 8 jam dalam sehari. Tidur ini terbagi menjadi 2, yakni 6 hingga 7 jam di malam hari dan 45 menit hingga 1 jam di siang hari.

    Di samping pengaturan pola tidur, flek hitam sebaiknya diatasi dengan cara berikut:

    • Hindari paparan sinar matahari berlebihan terutama antara pukul 10 pagi hingga 2 siang
    • Gunakan tabir surya saat terpapar sinar matahari
    • Bersihkan wajah 2x sehari menggunakan sabun pembersih yang cocok dengan tipe kulit Anda
    • Jangan biasakan memecahkan jerawat secara paksa
    • Perbanyak minum air putih, konsumsi sayur dan buah
    • Hindari stres berlebihan

    Apabila keluhan tidak membaik dalam 1 hingga 2 bulan, cobalah memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis kulit ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah