Tanya Dokter

  • tiroid dan kehamilan

  •  ita MZF
    Anggota

    Assalamu 'alaikum.

    saya didiagnosa menderita struma di leher oleh Dokter dan sudah mulai membesar.  Benjolan muncul akhir tahun 2013 setelah abortus di usia kehamilan 5 bln.   Tahun 2014 saya hamil lagi dan abortus usia  4 bln.   Selama hamil saya terus-terusan mengalami pendarahan sampai harus bed rest total, transfusi  & minum banyak obat di 2 kehamilan itu. Sampai sekarang saya belum punya anak.

    saya disarankan operasi sama dokter yang menangani dan dirujuk ke dokter spesialis bedah. pertama  konsul ke dokter bedah tentang operasi struma saya, dokter bedahnya nanya "sudah punya anak atau belum ?"  waktu tau saya belum punya anak, dokternya bilang "ibu punya anak dulu baru operasi"  trus saya kasih tau kalo ga apa2 dioperasi dulu, kalo dah sehat baru saya program/hamil lagi tapi malah dokternya ngomong "ibu punya anak dulu biar cuma satu, abis itu baru kita angkat strumanya ya..."

    Setelah dokter bedahnya bicara begitu saya jadi takut/khawatir  &  pikiran sudah kemana-mana..     Sebenarnya apa pengaruh tiroid sama kehamilan/kesuburan/persalinan ?    apa pasca operasi saya jadi susah punya anak ?   mohon penjelasannya.

    wassalam.

     

    Wa'alaikumsalaam Ibu, Penyakit gondok / struma dapat berkaitan dengan kondisi hipertiroid (hormon tiroid berlebih) maupun hipotiroid (hormon tiroid berkekurangan). Kedua penanganan kondisi tiroid dalam kehamilan sangat bertentangan (yang satu memerlukan anti-tiroid, yang lain membutuhkan tiroid); dan kedua-duanya juga menyebabkan komplikasi kehamilan yang hampir serupa dengan masalah yang Anda alami (keguguran, pre-eklampsia). Efek hipertiroid pada kehamilan antara lain: keguguran, lahir prematur, berat badan lahir rendah, pre-eklampsia, dan gagal jantung. Efek hipotiroid pada kehamilan antara lain: pre-eklampsia, berat badan lahir rendah, lahir mati, gangguan jantung. Terlepas dari kedua hal tersebut, baik hipertiroid maupun hipotiroid, kedua-duanya dapat diusahakan terapi obat-obatan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengangkatan secara bedah. Hipertiroid yang terkontrol dengan pengobatan anti-tiroid, akan meningkatkan kemungkinan kehamilan yang berhasil. Begitu pula dengan hipotiroid yang diobati dengan pengobatan sulih tiroid (karena kekurangan tiroid alami, diberikanlah "tiroid buatan" dari obat), ini juga akan meningkatkan keberhasilan kehamilan. Efek dari pengangkatan tiroid secara bedah ialah risiko bedah umum seperti perdarahan, gangguan saraf leher (pasca-bedah tiroid biasanya menyebabkan suara serak sementara) dan keharusan untuk meminum obat sulih (pengganti) tiroid seumur hidup (tergantung persentase jaringan tiroid yang diambil). Hasil akhir dari pengangkatan tiroid adalah kekurangan hormon tiroid, yang nantinya diseimbangkan dengan sulih tiroid. Kekurangan hormon tiroid inilah yang ditakutkan menyebabkan ketidaksuburan bagi Anda. Adapun hal terkait keguguran berulang yang Anda alami, masih terdapat banyak kemungkinan selain masalah tiroid Anda. Berikut kemungkinan lain penyebab keguguran Anda:

    • Sindrom Anti-Phospholipid - yaitu sejenis kelainan darah dan penyakit auto-imun (yaitu sistem daya tahan tubuh secara keliru menyerang tubuh kita sendiri)
    • Penyakit auto-imun pada umumnya, misalnya lupus
    • Masalah hormonal, misalnya masalah tiroid
    • Gangguan organ rahim, misalnya ada tumor jinak yang cukup besar sehingga mengganggu perkembangan janin
    • Faktor genetik / keturunan
    • Penyakit infeksi, yang tersering adalah TORCH (Toksoplasma, Rubella/Campak, Cytomegalovirus dan Herpes)
    Oleh sebab itu, kami menganjurkan Anda untuk berkonsultasi dengan satu tim Dokter, yang terdiri atas Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, Spesialis Penyakit Dalam serta Spesialis Bedah bila dari kedua Dokter sebelumnya menganjurkan tindakan pembedahan. Anda kemungkinan akan menjalani pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan USG dan foto Roentgen khusus kandungan bila dirasa perlu. Artikel berikut mungkin membantu: Keguguran Cepat Hamil setelah Keguguran Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma   Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma