Tanya Dokter

  • Bintik merah di tangan bayi

  • Mlm dok, di kelingking anak saya (1th) muncul satu titik merah. Seingat saya anak saya tidak pernah terjepit di tangan atau terluka sebelumnya. Apakah titik merah tersebut berbahaya?

    Hallo Karika, Bintik merah pada tubuh bisa merupakan akibat dari beberapa kemungkinan, antara lain:

    • Gigitan serangga
    • Petechiae (pecahnya pembuluh darah kecil)
    • Alergi
    • Iritasi kulit
    • Biang keringat
    • Pelebaran pembuluh darah
    • Luka/trauma
    Biasanya akibat kulit bayi yang masih sensitif membuat iritasi kulit lebih mudah terjadi. Gigitan serangga (biasanya nyamuk) dapat membuat bekas gigitan lebih mudah nampak pada kulit bayi. Perhatikan lokasi munculnya lesi. Gigitan serangga bisa terdapat di bagian tubuh mana saja, terutama di bagian tubuh bayi yang tidak tertutup pakaian, seperti lengan, tungkai, wajah atau leher. Perlu orang tua ketahui bahwa bintik merah pada kulit bayi yang umum terjadi bisa merupakan suatu tanda yang tidak serius (seperti gigitan serangga, biang keringat, iritasi kulit atau alergi), namun bila bintik merah didahului/disertai oleh demam atau gejala lain (mual, muntah, diare, bengkak atau gatal-gatal) bisa merupaka suatu bagian gejala penyakit lain seperti demam berdarah, alergi, atau kelainan pembekuan darah. Bila ada gejala lain yang menyertai atau bintik merah bertambah banyak tanpa sebab yang jelas, sebaiknya bawa anak Anda ke Dokter atau Sp. A agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atau bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan darah. Tips yang dapat Anda lakukan:
    • Gunakan kelambu pada tempat tidur bayi (fungsinya untuk menhindari dari gigitan serangga)
    • Gunakan pakaian bayi yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat
    • Jaga kebersihan tubuh bayi
    • Gunakan sabun khusus bayi untuk menghindari kemungkinan alergi atau iritasi kulit
    Artikel berikut mungkin dapat bermanfaat bagi Anda: http://www.alodokter.com/kenali-penyebab-dan-cara-mengatasi-alergi-pada-bayi Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma