Tanya Dokter

  • Penanganan pembesaran amandel

  •  Sri Laras
    Anggota
    dok,anak sy perempuan usia 12 th sdh 4hr ini KGB pd bawah dagu membengkak.ditekan sakit.tpi skrang sudah mulai berkurang bengkaknya.ini adalah skit kambuhan sjk usia 7 th yg biasanya akn mengempis pd 1 minggu.biasanya saat kmbuh dikuti demam.tp kali ini tidak.Pda saat kmbuh bulan maret 2017,bnjolan bwah dagu prnah di biopsi dn USG, hsilnya pembesaran KGB.amandel yg besar hnya sbelah kanan sdangkn sbelah kiri baik2 sja.pd saat tdk kambuh tdk ada keluhan sama skali wktu mnelan mauoun brnafas.sy mengetahui amandelnya besar sjk usia 7 th.dn amandel yg besar itu tdk bernanah maupun memerah.dan pda saat tdk kambuh amandelnya itu juga tetap mmbesar tidak mengempis.yg sy tanyakan apakah itu radang amandel dok?? apakh kalau sudah baikan amandelnya tidak bisa mngempis?

    Hai Sri,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Pembesaran amandel (tonsil) memang paling sering disebabkan oleh radang amandel (tonsilitis). Peradangan ini bisa bersifat akut (terjadi kurang dari 2 minggu) maupun kronis. Tonsilitis kronis lebih sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Infeksi ini lebih berisiko terjadi pada perokok, penderita tonsilitis akut yang tidak ditangani dengan adekuat, kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, lansia, anak-anak, atau orang dengan gangguan imunitas, seperti penderita HIV/ AIDS, diabetes, malnutrisi, pengguna steroid jangka panjang, dan sebagainya.

    Saat meradang, tonsilitis bisa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening karena peningkatan produksi sel darah putih yang berpedan dalam mengatasi infeksi. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan limfadenitis. Kelenjar getah bening yang terkena bisa berkisar di area rahang (submandibuler), leher (colli), dada atas (suprakavikular), atau di sekitar telinga.

    Selain karena tonsilitis kronis, berbagai keluhan yang anak Anda alami bisa juga disebabkan oleh limfoma, tumor nasofaring, tumor amandel, dan sebagainya. 

    Kami sarankan, untuk menentukan penanganan terbaik, Anda memeriksakan kembali anak Anda ke dokter spesialis anak (anak berusia kurang dari 13 tahun masih ditangani oleh dokter spesialis anak). Pada kasus tonsilitis yang sangat sering kambuh dan berulang, kemungkinan dokter akan menganjurkan dilakukan operasi pengangkatan tonsil (tonsilektomi), baik dengan prosedur bedah terbuka, diatermi, ablasi dingin, atau laser. Selain itu, dokter pun akan meresepkan obat-obatan disesuaikan dengan gejala yang anak Anda alami.

    Sementara itu, untuk mengoptimalkan penyembuhannya, Anda bisa lakukan tips berikut:

    • Beri anak makanan yang bersih, sehat, dan bergizi. Utamakan makanan yang banyak mengandung vitamin C.
    • Batasi konsumsi makanan pedas, berlemak, jajan sembarangan
    • Ajari anak untuk rajin berolahraga
    • Perbaiki ventilasi dan sanitasi lingkungan sekitar anak
    • Jangan memencet atau memberikan obat apapun pada kelenjar getah bening yang membengkak
    • Jika terasa nyeri, Anda bisa meredakan nyeri di kelenjar getah bening tersebut menggunakan kompres air hangat atau mengkonsumsi obat paracetamol
    • Hindari anak dari asap rokok, polusi

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah