Tanya Dokter

  • Tubuh meriang ketika sakit maag

  •  Budi Ariadi
    Anggota

    Dok.. Maaf saya mau tanya, saya mengalami sakit maag, terkadang sakit di ulu hati. Masalahnya kenapa ya saya sering mengalami badan meriang kedinginan siang maupun malam dan juga diiringi pegal-pegal bahu. Apakah itu normal dok.. mohon jawabannya terimakasih..

    Hai Budi, Sakit maag atau yang biasa dikenal sebagai sebagai dispepsia adalah peradangan di lapisan dalam dinding lambung, dimana lama kelamaan akan menyebabkan menipisnya dinding lambung dan menyebabkan luka (tukak lambung). Biasanya ditandai dengan rasa perih di ulu hati atau rasa terbakar yang menembus ke belakang hingga leher. Sakit maag biasanya disebabkan oleh pola makan, konsumsi makanan yang mengiritasi lambung, bakteri H. Pylori dan obat-obatan tertentu yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Rasa nyeri pada perut ditemukan juga pada : 1. Tukak pada saluran pencernaan (tukak pada lambung dan usus) 2. kolik/ kram perut 3. Nyeri haid Sedangkan keringat dingin biasanya disertai dengan pucat, tubuh menggigil, badan terasa sakit, pusing, mual dan muntah. Hal ini dapat ditemukan pada keadaan seperti : 1. panik, tegang dan stress 2. kadar gula dalam tubuh rendah 3. Mengalami infeksi 4. Hyperhidrosis atau produksi keringat berlebih 5. Menahan rasa nyeri atau sakit. Untuk mengurangi gejala keringat dingin dan sakit maag sebaiknya melakukan pola hidup sehat mulai dari mengatur pola makan dan jenis makanan, berolah raga, dan hindari stress. Makan tepat waktu, mengurangi porsi makan tetapi meningkatkan frekuensi makan, menghindari makanan yang mengandung asam (seperti kopi dan cuka), pedas, dan menghasilkan gas (seperti duren, sawi, dan minuman bersoda). Disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Pemeriksaan fisik dan anamnesa lebih lanjut diperlukan melihat banyaknya keluhan yang dimiliki. Agar diagnosa dan pengobatan yang tepat dapat dilakukan. Beberapa Artikel dan kasus yang menarik untuk dibaca terkait dengan kasus ini:

    Semoga bermanfaat, dr. Aditya Pratama