Tanya Dokter

  • penyembuhan tumor jinak selain operasi

  •  Biyanka Sweet
    Anggota

    Dok usia sy uda 29 thun blm menikah, didada kiri sy ada benjolan kecil 3 biji, suka nyeri dan panas, apalagi klo sy haid atau stres dri hasil pemeriksaan katanya tumor jinak, dokter menyarankan untuk oprasi, kira2 apakah mesti dioprasi jln kluarnya, ? Atau ad cr pnyembuhan lain dok dan Apakah dgn oprasi tumor sy bisa hilang total, mengingat sy takut skali dgn oprasi dok, trimakasi

    Kasus nya sama,kayak bibik gua,,,

    Dear Biyanka, Benjolan (tumor) di dada (payudara) yang jinak kemungkinannya sbb:

    • perubahan fibrokistik karena fluktuasi hormon saat menstruasi. Keluhan ini biasanya tidak memerlukan terapi.
    • kista sederhana yang berisi cairan diman ukuran dan kekenyalannya dapat berubah karena siklus menstruasi. Biopsi dengan jarum yang halus akan dilakukan.
    • Fibroadenoma, tumor jinak yang paling sering ditemukan pada payudara wanita. Tumor ini padat, bulat, elastis, dan mudah digerakkan, sering tidak nyeri. Sering terjadi pada usia 20-30 tahun.
    • Papiloma intraduktal yang terletak pada saluran air susu. Sering terjadi pada usia 45-50 tahun, Bisa mengeluarkan darah dari puting susu.
    • Nekrosis lemak traumatik karena trauma atau benturan pada payudara yang kadang tidak dapat diingat kapan terjadinya benturan tersebut.
    Segera periksakan kembali keluhan Anda ke dokter bedah tumor agar dapat dipastikan diagnosis untuk terapi yang tepat. Dokter akan melakukan prosedur mammografi dan pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan sebelum memutuskan terapi yang sesuai. Operasi akan dilakukan jika diagnosisnya Fibroadenoma atau Papiloma intraduktal. Laporkan pada dokter Anda jika terjadi perubahan pada benjolan tersebut, mulai dari rasa nyeri, jumlah, ukuran, warna, kekenyalan, susah tidaknya digerakkan dari dasarnya, keluar cairan dari puting ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Jika memang dokter Anda menganjurkan untuk mengambil tindakan operasi, ibu tidak perlu takut. Prosedur pembiusan akan dilakukan sehingga ibu tidak akan merasakan sakit saat operasi dilakukan.   Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat. Salam, dr. Rony Wijaya

    Biyanka Sweet  Biyanka Sweet
    Anggota

    Trima kasih dok atas infony brmamfaat skali buat saya, dok kalo bole sy mau tanya lg, ini ttg ibu sy yg sedang sakit liver hepatitis b.saat ini ibuku terbaring lemas muntah2 ,tak ad nafsu makan, dehidrasi, kakiny bengkak,sblmnya dirawat di Rs satu bln tp tak ad prubahan, disamping biaya jg mahal,kmi memutuskan membawa pulang krumah untuk dirawat dirumah dengan komsumsi herbal, kira2 apa yg harus kmi lakukan untuk kesembuhan ibu kami dok, apakah ad obatnya dok.masikah ibu sy bisa sembuh dok. Trimakasih dok.Rony wijaya. Gbu

    Dear Biyanka, Hepatitis B adalah infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Untuk sebagian orang, infeksi hepatitis B menjadi kronis lebih dari 6 bulan. Mengidap hepatitis B kronik meningkatkan risiko mengalami gagal hati, kanker hati atau sirosis hati (kondisi yang menyebabkan skar - bekas luka- permanen pada hati). Adapun gejala hepatitis B berkisar dari ringan hingga berat, biasanya muncul sekitar 1-4 bulan setelah terinfeksi, meliputi:

    • nyeri perut
    • urin yang berwarna pekat
    • demam
    • nyeri sendi
    • kehilangan nafsu makan
    • mual dan muntah
    • kelemahan dan kelelahan
    • kulit dan sklera (bagian mata yang berwarna putih) tampak kuning
    Sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter agar terapi yang tepat dapat diambil. Pilihan terapi yang ada: pengobatan antiviral, interferon alfa-2b, dan transplantasi hati. Semua obat dan terapi ini diperoleh dengan resep dan dilakukan sendiri oleh dokter. Beberapa obat herbal memang sudah diteliti dapat memperingan keluhan hepatitis B, seperti Curcuma. Namun, pemilihan obat herbal yang tepat harus diperhatikan karena dewasa ini banyak "obat-obatan herbal" yang terlalu berlebihan memberikan klaim efektivitasnya. Untuk itu sangat disarankan agar ibu Anda dibawa kembali ke dokter agar terapi yang tepat dapat diberikan dan mengingat komplikasinya yang sangat serius seperti: gagal hati, kanker hati atau sirosis hati yang bukan tidak mungkin bisa berakibat fatal. Demikian informasi yang dapat saya berikan. Semoga bermanfaat. Jika Anda ingin menanyakan tentang topik yang lain, silahkan Anda membuat pertanyaan yang baru, tidak ditulis di bawah ulasan ini. Terima kasih. Salam, dr. Rony Wijaya