Tanya Dokter

  • Ukuran sel telur yang siap untuk ovulasi

  •  saskiyah30
    Anggota

    Halo dok, saya lagi program untuk hamil. siklus haid saya normal 29hari dan teratur. Pas ke dokter di hari siklus yang ke 13, saya di kasi provula 50mg ktanya buat merangsang seltelur biar matang karena kata dokter folikelnya masih ukuran 1.39cm atau 14mm. Setelah itu saya disuru datang 8 hari kemudian di siklus ke 21 dan folikel saya malah gendut banget smpe 2.8cm atau 28mm. Pertanyaan saya apakah itu normal dok? Karena sy browsing folikel normal itu 14mm - 24mm. Dan kenapa folikel saya belum pecah jg padahal ukurannya sudah di atas 24mm? Menurut perkiraan dokter kapan pecahnya? Terimakasih sebelumnya dok.

      Halo saskiyah30, Terimakasih telah bertanya ke Alodokter Kesuburan wanita ditentukan dari kualitas sel telurnya. Normalnya, ukuran sel telur yang siap untuk berovulasi (pecah dan dibuahi) adalah sekitar 18-24 mm. Namun, beberapa orang memiliki ukuran sel telur yang kecil-kecil. Selain itu, ada pula yang meskipun sudah memiliki sel telur berukuran besar, namun tidak kunjung terjadi ovulasi. Ukuran sel telur yang kecil dan sulit matang umumnya terjadi karena ketidakseimbangan hormon-hormon reproduksi dalam tubuh, yakni hormon estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormonal ini bisa ditemukan pada beberapa kondisi, seperti:

    • Usia tua (di atas 35 tahun)
    • Stres psikis
    • Gangguan pola makan (anoreksia, bulimia)
    • Kegemukan
    • Penyakit lain (Policystic ovarian syndrome, Luteinise unruptured follicle syndrome, hipofungsi ovarium), dsb
    Tidak bisa diperkirakan kapan sel telur Anda akan pecah. Karena hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor di atas. Karena itulah, dokter meresepkan Anda obat yang dapat membantu mengatasi ketidakseimbangan hormonal tersebut. Tujuan akhirnya adalah agar memperoleh kualitas sel telur yang baik dan mampu berovulasi. Namun, untuk mengatasi ketidakseimbangan hormonal, umumnya tidak cukup hanya dilakukan dengan konsumsi obat dokter saja. Melainkan harus juga diimbangi dengan pola hidup sehat. Selain konsumsi obat dokter, sebaiknya Anda lakukan juga tips-tips berikut:
    • Istirahat yang cukup 7-8 jam sehari
    • Kendalikan stres dengan bijak
    • Berolahraga secara teratur selama 30-45 menit setiap 3-4x seminggu, misalnya jogging, renang, senam aerobik, dsb
    • Konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak anti oksidan (sayur dan buah), batasi makanan berlemak, makanan instan, junkfood
    • Hindari rokok dan alkohol
    Namun, jika setelah melakukan tips-tips di atas secara optimal dan mengkonsumsi obat dari dokter keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya Anda berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi ya..   Semoga membantu, dr. Nadia Nurotul Fuadah