Tanya Dokter

  • Urtikaria kronis, reaksi alergi, dan ejakulasi

  • Hallo dok , nama saya denny 23 th . saya ingin menanyakan apakah infeksi usus dapat menyebabkan urtikaria kronis? dan apakah jumlah Limfosit sangat berpengaruh terhadap reaksi alergi? apakah Ejakulasi mempengaruhi salah satu jumlah Leukosit atau Eritrosit? Sebelumnya Terimakasih dok :))

    Hai,   Urtikaria kronis bisa disebabkan banyak faktor yang berupa :

    1. Infeksi kronis.
    2. Gangguan tiroid.
    3. Infeksi virus.
    4. Hepatitis.
    5. Stress
    6. Penggunaan baju terlalu ketat.
    7. Iritan kontak terus menerus.
    8. Dll.
    Jadi infeksi usus bisa saja menyebabkan urtikaria kronis jika terjadi dalam waktu yg lama. Pada kasus urtikaria / alergi biasanya jumlah sel darah putih (eosinofil) akan mengalami peningkatan. Limfosit akan meningkat / turun pada kasus infeksi bakteri/ virus, kanker, penyakit auto imun, mengkonsumsi obat steroid dll. Ejakulasi tidak memiliki pengaruh terhadap jumlah leukosit ataupun eritrosit. Untuk mencari tahu penyebab urtikaria Anda, maka pemeriksaan secara seksama akan diperlukan. Beberapa tes medis sepertites darah, tes alergi dll bisa dilakukan untuk mencari penyebab keluhan Anda. Dengan mengetahui penyebab keluhan Anda maka pengobatan bisa diberikan untuk mengurangi/ menghilangkan keluhan Anda. Baca topik Urtikaria kronis. Semoga membantu.   Dr. Yusi

    Terima Kasih sudah membalas pertanyaan saya dok :) Analisis anda cukup membuat saya senang dok karena tidak semua dokter yg saya tanyakan dapat menjelaskan dengan baik dan sama dengan apa yang saya ketahui . Oh iya dok apakah Infeksi Helicobacter Pylori juga sangat berpengaruh atas terjadinya reaksi alergi / Urtikaria ? dan apakah Infeksi H.pylori dapat menyebabkan kanker? apakah Endoskopi tes yg akurat untuk membuktikan adanya Infeksi H.pylori? Oh iya dok apa dampak penggunaan Antihistamin jangka panjang? klo antibiotik untuk Infeksi H.pylori yg paten apa dok? Sebelumnya Terimakasih banyak dok sudah membalas pertanyaan saya :) <div id="__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once" style="display: none;"></div> <div id="__hggasdgjhsagd_once" style="display: none;"></div> <div id="__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once" style="display: none;"></div>

    Halo,   Infeksi Helicobacter pylori biasa dikaitkan dengan inflamasi / peradangan pada dinding lambung. Helicobacter hampir tidak pernah dikaitkan dengan kasus urtikaria. Pada kasus kanker, penelitian awal menyatakan bahwa helicobakter tidak menyebabkan kanker pada seseorang. Namun pada orang yang cukup sensitif peradangan yang diakibatkan oleh adanya infeksi kuman ini bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. Tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui adanya helicobakter adalah dengan melakukan pemeriksan seperti :

    • Tes darah dan tes tinja untuk mencari adanya antibodi terhadap kuman ini.
    • Tes carbon urea melalui pernafasan (carbon urea breath)
    • Biopsi  dan histologi  pada 2 tempat berbeda untuk perbandingan
    • Kultur mikrobiologi terhadap dinding lambung yang meradang.
    Endoskopi hanya bisa membuktikan adanya peradangan pada dinding lambung yang biasanya disebabkan oleh adanya kuman tersebut. Namun tidak benar bisa membuktikan adanya kuman ini. Yang paling dianggap akurat adalah pemeriksaan biopsi dan histologi yang diperkuat dengan tes urease / kultur. Penggunaan antihistamin jangka panjang tentu bisa menimbulkan efek samping. Anda bisa membaca topik Akibat mengkonsumsi antihistamin jangka panjang dengan lebih lengkap. Penanganan H. pylori biasanya menggunakan 3-4 regimen seperti :
    1. Antibiotik = golongan penisilin ( amoksisilin) , metronidazol,  golongan kuinolon (levofloksasin) dan chlarytromicin. Efektivitas antibiotik akan bergantung dari individu masing masing.
    2. PPI (proton pump inhibitor) seperti omeprazol, lanzoprazol dll.
    3. Bismuth
    4. Antagonis H2 reseptor seperti Cimetidin, famotidin dll.
    Penanganan dilakukan selama beberapa minggu dengan kombinasi beberapa obat diatas. Setiap sebulan dokter akan memeriksa Anda kembali dengan tes medis seperti tes tinja dan tes urea untuk memastikan infeksi telah menghilang. Turuti anjuran dokter sesuai aturan, jika Anda merasa kesulitan mengkonsumsi beberapa jenis obat sekaligus langsung utarakan kepada dokter Anda sebelum Anda memulai terapi sehingga pemilihan terapi untuk Anda akan lebih sesuai dan bisa tuntas.   dr. Yusi