Tanya Dokter

  • Vagina mengeluarkan lendir seperti ingus

  • siang dok. . saya mahasiswi umur 20thn. . saya mau bertanya. . kenapa ya vagina sering mengeluarkan lendir kental seperti dahak / ingus. . dan saat keluar bisa ditarik keluar seperti mengeluarkan ingus. . apakah ada gejala penyakit tertentu? terima kasih :)

    Hai, Cairan vagina secara normal sebenarnya diproduksi oleh tubuh untuk membersihkan organ intim. Pada kondisi tertentu produksi cairan vagina dapat meningkat, misalnya saat ovulasi, menjelang menstruasi, dalam kehamilan, dan sebagainya. Ciri cairan vagina yang normal adalah tidak berwarna (jernih/putih), tidak berbau, dan tidak gatal/nyeri. Keluarnya lendir vagina yang Anda alami kemungkinan merupakan suatu kondisi normal yang terjadi saat ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur) yang menandai terjadinya masa subur. Ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi yang berikutnya. Saat ovulasi umumnya disertai dengan keluarnya lendir vagina yang berwarna jernih dengan konsistensi seperti putih telur. Lendir dapat cukup banyak hingga membasahi pakaian dalam, tidak berbau, dan tidak gatal/nyeri. Namun bila keluarnya lendir vagina yang Anda alami memiliki ciri yang berbeda dengan ciri normal di atas (misalnya keputihan yang berwarna kuning/hijau, berbau, gatal/perih) perlu dipikirkan kemungkinan adanya penyebab lain yang mendasari. Faktor yang dapat mengakibatkan kondisi tersebut di antaranya adalah infeksi jamur/kandidiasis, infeksi bakteri/vaginosis bakterial, vaginitis (peradangan vagina) dan sebagainya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan fisik dan tes penunjang seperti tes cairan vagina dan sebagainya. Dengan demikian penanganan yang tepat dapat diberikan. Berikut anjuran yang dapat Anda lakukan:

    • Menjaga higiene organ intim
    • Kenakan pakaian dalam yang kering, berbahan lembut dan tidak ketat
    • Segera mengganti pakaian dalam bila sudah terasa lembab/basah
    • Bersihkan dan keringkan organ intim setiap kali setelah mandi atau ke toilet
    • Biasakan membasuh organ intim dari arah depan ke belakang agar tidak terjadi kontaminasi bakteri dari anus ke vagina
    • Mengganti pembalut secara teratur saat menstruasi
    • Hindari penggunaan pembersih kewanitaan yang terlalu sering karena justru dapat menyebabkan gangguan keseimbangan flora normal vagina sehingga rentan terjadi infeksi
    Baca laman artikel berikut ini: Tanda ketidaknormalan cairan vagina Keputihan Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman