Tanya Dokter

  • vagina mengeluarkan darah

  •  triazzz
    Anggota

    Selamat malam dok,sy mau tanya,sehabis sy melakukan hubungan dngn istri saya tiba2 kluar darah d organ intim istri saya,pdhal sblom nya tdk prnah kcuali pas prtma kali mlakakukan,istri sy bilang kalo dia merasa sprti ad yg pecah d dlm,dan dia merasa mual,kringet dingin dan nyeri,apakah itu berbahaya dok? Apa penyebabnya dok dan bagaimana mengobatinya,apakah krna penetrasi yg terlalu keras atau bagaimana?mohon informasinya..

    Trimakasih

    Hai, Perdarahan vagina yang terjadi setelah berhubungan seksual dapat diakibatkan oleh berbagai hal, mulai dari yang ringan hingga yang berat dan memerlukan penanganan khusus. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

    • Gesekan selama berhubungan intim, sehingga menyebabkan perlukaan pada dinding vagina
    • Vagina yang terlalu kering akibat kurangnya lubrikasi/pelumasan saat berhubungan seksual
    • Vaginitis (infeksi pada vagina)
    • Atrofi vagina (dinding vagina mengalami penipisan, pengeringan, peradangan)
    • Pelvic inflammatory disease/PID (penyakit radang panggul)
    • Infeksi menular seksual/IMS
    • Polip rahim
    • Myoma
    • Perlukaan pada lapisan rahim
    • Ektropion serviks/leher rahim
    • Kanker serviks
    • dll
    Berbahaya atau tidak kondisi yang dialami oleh istri Anda sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Untuk memastikan penyebabnya sebaiknya istri Anda memeriksakan diri ke Dokter. Selain pemeriksaan fisik jika diperlukan Dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, USG, dan lainnya. Penanganan yang tepat akan diberikan sesuai dengan kondisi yang mendasari. Beberapa anjuran yang dapat dilakukan:
    • Lakukan foreplay (pemanasan) yang cukup saat melakukan hubungan seksual
    • Pelumas/lubricant dapat membantu mengatasi masalah vagina yang kering saat berhubungan seksual
    • Menjaga kebersihan organ intim
    • Tunda hubungan seksual selama perdarahan masih berlangsung
    Baca artikel berikut: Perdarahan vagina usai berhubungan seksual Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman