Tanya Dokter

  • Ingin suntik vitamin C kolagen pada ibu menyusui dan riwayat jantung

  •  Ajeng oktana
    Anggota
    Dok sy mau tanya sy seorang ibu menyusui dan sya juga ada penyakit jantung rematik (asto) tapi sy ingin suntik vit c colagen.. Berbahaya atau tidak dok?

    Hallo Ajeng Oktana

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Vitamin C merupakan vitamin yang memiliki banyak manfaat. Hasil metabolisme dari vitamin C yaitu asam askorbat berperan sebagai antioksidan yang penting dalam mencegah kerusakan organ tubuh akibat radikal bebas. Dengan adanya antioksidan ini, dianggap bahwa konsumsi vitamin c secara rutin juga akan membantu menjaga kondisi kulit tubuh. Perlu anda ketahui bahwa telah ada ketentuan dosis vitamin c harian yang boleh dikonsumsi oleh manusia serta anda harus paham bahwa asupan vitamin c juga bisa diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sehingga konsumsi vitamin c berlebihan bisa memberikan dampak buruk pada tubuh. Konsumsi vitamin C bisa menyebabkan efek samping seperti kram perut atau nyeri perut, erosi gigi, pusing, diare, pingsan, kelelahan, wajah kemerahan, blok saluran cerna, sakit kepala, rasa panas seperti terbakar di dada (heartburn), peningkatan resiko kanker paru, peningkatan resiko dari penyakit Parkinson, peradangan saluran tenggorokan (esofagus), rasa nyeri di daerah suntikan (pada penggunaan vitamin c suntik), mual, gangguan pada sel darah merah, rasa kesemutan pada kulit atau iritasi kulit, penurunan ketahanan fisik saat olahraga, penebalan pembuluh darah yang menuju ke jantung, komplikasi pada saluran kencing dan mual. Memang tidak semua efek samping ini mungkin terjadi, tetapi pada beberapa kasus anda bisa mempertimbangkan kemungkinan terjadinya efek samping ini.

    Tidak ada yang menjelaskan dengan rinci mengenai efek samping dari injeksi atau suntik vitamin c. Yang perlu anda ketahui bahwa biasanya suntikan vitamin c sendiri merupakan pemberian vitamin c dosis tinggi. Vitamin C dosis tinggi sendiri biasanya akan mulai memberikan efek samping pada dosis 2000 mg/hari, dimana dapat menyebabkan rasa pusing, mual, muntah, insomnia, buang air kecil lebih sering (diuresis), juga dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah yang bisa cukup berbahaya bagi tubuh. Memang biasanya efek toksik (efek buruk dan membahayakan) dari Vitamin C dosis tinggi dapat muncul jika injeksi 4000 mg/hari atau lebih, namun jarang terjadi. Injeksi vitamin C dosis tinggi ini beresiko menyebabkan terjadinya endapan oksalat dalam saluran kemih, sehingga dapat memicu terjadinya saluran kemih. Jadi memang penggunaannya sebaiknya berhati-hati. Sebenarnya untuk kebutuhan harian vitamin C karena kekurangan vitamin ini adalah sekitar 25 – 300 mg per hari, jadi kebutuhan vitamin C normalnya tidak terlalu banyak untuk tubuh kita. Memang pada suatu penelitian dikatakan bahwa konsumsi berbagai vitamin, termasuk vitamin c sebagai antioksidan berperan dalam perbaikan kondisi penyakit jantung reumatik. Namun tidak dijelaskan dosis yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi jantung reumatik dan bentuk pemberian vitamin c yang dianjurkan, apakah diminum atau dengan suntik vitamin c. Sehingga memang penggunaannya harus berhati-hati untuk mencegah efek samping yang tidak diingikan. Untuk penggunaan pada kondisi menyusui, tidak ada literatur yang menyatakan secara pasti efek samping dari injeksi vitamin c pada kondisi menyusui, yang jelas adalah memang dikatakan bahwa penggunaan injeksi vitamin c pada kondisi menyusui harus dengan perhatian ekstra. Namun memang pada penggunaan vitamin c secara umum pada ibu menyusui, dikatakan bahwa kebutuhan vitamin c ibu menyusui biasanya meningkat, sehingga suplementasi secara oral (vitamin C minum) dan dengan peningkatan konsumsi makanan yang mengandung vitamin c memang diperlukan.

    Saran saya pribadi, sebaiknya tanpa indikasi yang jelas, anda tidak perlu menggunakan injeksi vitamin C, karena memang efek untuk kulit dari injeksi vitamin c ini masih belum jelas dan belum diteliti secara luas, apakah memang dapat membuat kulit menjadi lebih putih serta apakah aman untuk dilakukan. Jika memang anda ingin melakukan pemutihan kulit, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mencari metode pemutihan kulit yang sesuai dengan kondisi anda, dimana memperhatikan kondisi penyakit jantung reumatik anda.

    Semoga jawaban ini membantu.

    dr. Aldy Valentino