Tanya Dokter

  • Pengobatan penyakit tifus

  • Selamat siang dokter, mf sy mau tanya. Dokter sy sakit tipes dr bulan juni kemarin. Dy sdh ambil perawat dan minum obt jangka panjang. Apakah minum obt jangka panjang dpt berpengaruh kpd kesehat sy jg ya? Krn sy masih sering mual, kadang susah BAB jg ada demam jg. Apkah sakit tipes dy blm sembuh ya? Kata dokter yg merawat sy, sy sdh sembuh. Tapi, sy ragu, krn sy msh sering mual2 kadang muntah dan nafsu mkn sy jg tdk kunjung stabil. Tp msh sulit makannya. Padahal sy jg diet makanan yg tdk diijinkn bg penderita tipes. Terima kadih dokter

    Halo Nam, Tifus atau demam tifoid adalah infeksi yang menyerang saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penularan penyakit ini adalah melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejala-gejala yang dapat dialama penderita meliputi:

    • demam tinggi
    • sakit kepala
    • sakit perut
    • diare atau konstipasi
    • mual
    • muntah
    • berkurangnya nafsu makan
    Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter juga akan menyarankan pemeriksaan darah. Bila memang terbukti tifus, Anda akan diobati dengan antibiotik untuk jangka waktu tertentu. Obat apakah yang Anda minum dalam jangka panjang? Apabila obat yang Anda maksud adalah antibiotik maka hal ini tidak tepat. Antibiotik yang tidak tepat penggunaannya dapat menimbulkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Gejala mual yang Anda alami tidak selalu berarti Anda masih mengalami tifus. Mual juga dapat disebabkan oleh beberapa sebab lain misalnya:
    • sakit maag/ dispepsia
    • penyakit asam lambung
    • tukak lambung atau tukak usus
    • gastroenteritis
    • radang kantung empedu
    • batu kantung empedu
    • hepatitis
    • radang pankreas/ pankreatitis
    • infeksi ginjal
    • batu ginjal
    • efek samping minuman beralkohol
    • efek samping obat-obatan
    • dll
    Karena banyaknya penyebab, sebaiknya harus dicari tahu juga gejala-gejala lain yang Anda alami termasuk pencetus mual, misalnya mual dicetuskan ketika Anda terlambat makan atau ketika Anda makan terlalu banyak. Untuk memastikannya, sebaiknya Anda kembali memeriksakan diri ke dokter sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan pada Anda. Hindari terlambat makan. Untuk mengurangi rasa mual Anda dapat mencoba makan dengan porsi yang lebih sedikit namun lebih sering. Hindari makanan pedas dan berlemak; hindari minuman beralkohol, berkafein, dan bersoda. Semoga membantu. dr. Aloisia