Kondisi Kaki Bengkok pada Bayi, Normal atau Abnormal?

Pada kisaran usia 12-18 bulan, ketika kaki anak mulai sanggup menanggung bobot tubuh dan ia mulai bisa berjalan, Bunda mungkin melihat kaki Si Kecil tampak bengkok. Kaki anak dianggap bengkok bila kedua pergelangan kaki bisa rapat, sementara lutut tidak saling menyentuh. Namun Bunda tidak perlu cemas karena kondisi ini masih dianggap normal pada anak-anak yang berusia di bawah 18 bulan.

Kaki bayi menjadi bengkok karena posisi mereka di dalam rahim. Kondisi ini biasanya lebih tampak ketika anak mulai dapat berdiri dan berjalan. Namun, seiring bertambahnya usia Si Kecil, kaki akan makin melurus. Pada umumnya, kondisi ini akan menghilang pada usia tiga tahun. Selanjutnya pada usia 7-8 tahun, anak sudah memiliki bentuk kaki yang akan bertahan hingga dia dewasa.

Kondisi Kaki Bengkok pada Bayi Normal atau Abnormal - Alodokter

Kepentingan pengobatan untuk menangani kondisi kaki bengkok ini biasanya jarang, kecuali bila kurva atau lengkungan kaki tergolong parah hingga diperlukan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya. Sementara itu, penggunaan penjepit kaki atau sepatu khusus untuk mengoreksi bentuk kaki, pada kenyataannya tidak lagi direkomendasikan oleh sebagian besar pakar karena dikhawatirkan dapat menyebabkan masalah lebih jauh pada perkembangan fisik anak.

Kaki Bengkok yang Dianggap Bisa Menjadi Masalah Serius

Bila setelah menginjak usia tiga tahun kaki anak masih terlihat bengkok, kemungkinan kondisi tersebut bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit tulang, seperti:
  • Penyakit rakitis, disebabkan oleh defisiensi vitamin D.
  • Penyakit Blount.
  • Tulang retak yang tidak sembuh sempurna.
  • Keracunan fluoride.
  • Keracunan timbal.
  • Perkembangan tulang yang abnormal.
Anak berusia tiga tahun dengan kaki bengkok perlu menjalani pemeriksaan yang mencakup pengukuran jarak antara lutut pada posisi anak telentang. Tes darah juga diperlukan untuk memastikan risiko penyakit rakitis. Pemeriksaan menggunakan X-ray juga mungkin diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu, yaitu jika anak sudah berusia lebih dari tiga tahun, kondisi kaki bengkok terlihat makin parah, adanya hasil tes lain yang menunjukkan serangan penyakit tertentu, atau bila kondisi bengkok tidak sama pada kedua kaki.

Memilih Alas Kaki Pertama untuk Anak

Pada anak balita atau usia bayi di bawah lima tahun, pertumbuhan kaki sangat cepat dan penting bagi tulang kaki dan jari-jari kakinya untuk dapat tumbuh lurus. Tulang-tulang pada jari kaki bayi masih lembut seperti saat mereka baru lahir. Bila Bunda memakaikan kaos kaki atau sepatu yang ketat, tulang-tulang tersebut dikhawatirkan tidak bisa lurus dan tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, dukung perkembangan kakinya dengan memperhatikan beberapa hal berikut dalam memilih alas kaki pertama untuk Si Kecil.
  • Ukuran. Pakaikan kaus kaki dan sepatu dengan ukuran yang tepat, jangan yang ketat atau terlalu longgar. Bila tumit sepatu terlepas dari tumit anak ketika dia berjinjit, berarti ukuran sepatu terlalu besar.
  • Bahan. Untuk kaos kaki, utamakan yang berbahan katun. Sedangkan untuk sepatu, pilihlah yang berbahan alami seperti katun, kanvas, maupun kulit demi mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik. Di lain sisi, sepatu berbahan plastik berisiko membuat kaki-kaki berkeringat dan bergesekan serta bisa menyebabkan infeksi jamur.
  • Pengikat sepatu. Pilihlah sepatu dengan tali, ikatan, gesper, atau perekat velcro karena dapat menahan tumit di tempatnya dan menghindari jari kaki tergelincir ke depan sehingga melukai jari kaki.
Perhatikan tumbuh kembang bayi, termasuk memantau pertumbuhan kakinya. Waspadai jika kaki anak masih terlihat bengkok ketika sudah berusia lebih dari tiga tahun. Bila hal itu terjadi, periksakan kepada dokter spesialis anak untuk menjalani pemeriksaan tulang dan gizi.