Kostokondritis

Pengertian Kostokondritis

Kostokondritis (costochondritis) adalah peradangan pada persendian kostokondral, yaitu tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada. Kondisi ini sering dikira sindrom Tietze karena bagian tubuh yang diserang sama dan gejalanya mirip.

Perbedaan signifikan antara kedua penyakit ini adalah usia penderitanya. Kostokondritis umumnya menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun, sementara sindrom Tietze cenderung dialami oleh kaum dewasa muda di bawah 40 tahun.

Kostokondritis alodokter

Gejala Kostokondritis

Gejala utama dari kostokondritis adalah sakit dada yang dapat muncul secara tiba-tiba maupun perlahan-lahan. Rasa sakit umumnya terjadi pada tulang dada sebelah kiri dengan karakteristik nyeri dada yang:
  • Terasa tumpul atau tajam seperti ditusuk.
  • Bertambah sakit saat batuk, bersin, atau menarik napas panjang.
  • Reda ketika penderita diam atau meningkat saat bergerak.
  • Menyerang lebih dari 1 tulang rusuk.
Sakit dada merupakan indikasi dari berbagai kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi fatal, misalnya serangan jantung atau stroke. Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami sakit dada, terutama yang disertai kesulitan bernapas, demam, mual, serta berkeringat.

Penyebab Kostokondritis

Hingga saat ini, penyebab kostokondritis belum diketahui secara pasti. Namun terdapat sejumlah penyakit yang diduga berhubungan dengan peradangan ini. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Cedera pada dada, misalnya akibat olahraga yang berlebihan atau mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Batuk yang parah.
  • Infeksi akibat virus, bakteri, maupun jamur. Contohnya, infeksi saluran pernapasan atas.
  • Arthritis, seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis.

Diagnosis Kostokondritis

Karena gejala utamanya yang umum, diagnosis kostokondritis termasuk sulit dilakukan. Dokter akan membutuhkan serangkaian pemeriksaan mendetail untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain. Berikut jenis-jenis pemeriksaan yang biasanya dijalani pasien:
  • Pemeriksaan fisik pada tulang dada dan rusuk. Dokter akan mengecek bagian yang terasa nyeri sekaligus menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien.
  • Pemeriksaan darah untuk melihat kadar gula darah, kolesterol, atau adanya peradangan lain.
  • Elektrokardiogram (EKG) yang akan merekam irama serta aktivitas listrik jantung.
  • Foto Rontgen dada.

Pengobatan Kostokondritis

Kostokondritis umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa membutuhkan penanganan khusus. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat mengurangi gejala-gejalanya, yaitu:
  • Menempelkan kompres hangat pada bagian yang nyeri.
  • Menghindari aktivitas yang memicu sakit dada.
  • Melakukan peregangan.
  • Menggunakan obat pereda sakit yang dijual bebas, misalnya paracetamol atau ibuprofen.
Namun jika sakit dada terus berlangsung atau tidak kunjung reda, dokter akan menyarankan beberapa langkah penanganan medis seperti:
  • Suntikan kortikosteroid pada bagian yang nyeri.
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), yaitu prosedur untuk meredakan rasa sakit melalui aliran listrik yang ringan. TENS akan menghalangi sinyal rasa sakit sehingga tidak sampai ke otak.
  • Operasi untuk mengangkat bagian tulang rawan yang mengalami peradangan. Langkah ini hanya dianjurkan jika metode-metode penanganan lain terbukti tidak efektif.