Kualitas Sperma Dapat Ditingkatkan dengan Cara-cara Sederhana Ini

Peluang untuk hamil pada tiap pasangan sehat adalah sekitar 20% per bulan. Namun pada beberapa pasangan, peluang ini dapat berkurang antara lain karena kualitas sperma yang kurang baik.

Rencana mendapatkan keturunan harusnya bukan saja dibebankan pada wanita. Kesehatan  kualitas sperma pria juga memengaruhi tingkat kesuburan dan proses memperoleh keturunan. Lebih jauh, kualitas sperma yang baik tidak terjadi begitu saja. Perbedaan gaya hidup tidak jarang membuat kualitas sperma antara pria yang satu berbeda dengan pria lainnya.

kualitas sperma-alodokter

Di bawah ini adalah berbagai hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma demi mendapatkan buah hati.

  • Hindari penyakit menular seksual seperti gonorea dan klamidia yang menyebabkan infertilitas. Menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan adalah dua cara utama yang dapat dilakukan.
  • Menjaga berat badan. Berbagai studi menemukan bahwa peningkatan indeks massa tubuh berhubungan dengan penurunan kualitas dan jumlah sperma. Tetapi tak hanya kegemukan, berat badan kurang ternyata juga dapat memengaruhi kualitas sperma.
  • Kelola pola makan sehat, termasuk menyertakan sayuran dan buah yang kaya antioksidan, gandum, susu, serta protein tanpa lemak.
  • Terus bergerak aktif dan teratur berolahraga dapat meningkatkan enzim antioksidan yang dapat membantu melindungi sperma.
  • Pria juga perlu mengonsumsi asam folat. Dalam penelitian terungkap bahwa pria yang mengonsumsi suplemen asam folat dan zinc sulfat mengalami peningkatan jumlah sperma hingga 74% setelah 26 minggu. Asam folat bisa didapatkan dari sayuran hijau, kacang-kacangan, gandum utuh, buah sitrus, pasta, serta sereal yang diperkaya folat.
  • Daripada mengenakan celana dalam ketat, lebih baik kenakan pakaian dalam longgar seperti celana boxer. Hindari juga mengenakan celana ketat, misalnya celana khusus untuk bersepeda, dalam waktu panjang.
  • Kelola stres karena kondisi ini dapat memengaruhi hormon yang memproduksi sperma. Mencukupi kebutuhan istirahat juga dapat membantu mengurangi stres.
  • Sebisa mungkin hindari merokok dan mengonsumsi minuman keras. Merokok dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma. Sedangkan minuman keras dapat memicu berkurangnya produksi testosteron dan sperma.
  • Beberapa obat-obatan berisiko menurunkan kualitas sperma, antara lain: antidepresan tricyclic, penghambat saluran kalsium, antiandrogen, steroid anabolik, dan beberapa obat lain.
  • Penanganan kanker seperti terapi radiasi dan kemoterapi dapat memicu infertilitas dan memengaruhi produksi sperma.
  • Hindari menggunakan pelumas saat berhubungan seksual karena justru bisa menyebabkan gangguan fertilitas. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan putih telur, minyak kanola, ataupun minyak bayi.
  • Waspadai paparan racun dari produk kimia seperti pestisida.
  • Batasi konsumsi kafein karena ternyata bahan ini jika dikonsumsi berlebihan juga berisiko memengaruhi kualitas sperma.
  • Jaga suhu buah zakar agar tidak terlalu panas. Batasi kegiatan yang melibatkan suhu tinggi seperti sauna, ruang steam, atau berendam dalam air panas hingga maksimal 15  menit dan tidak lebih dari dua kali sepekan.
Konsultasikan ke dokter jika Anda dan pasangan belum juga hamil hingga setahun masa perencanaan kehamilan. Pemeriksaan ke dokter secara menyeluruh dapat membantu Anda dan pasangan untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab ketidaksuburan, serta cara-cara apa yang dapat ditempuh untuk mendapatkan keturunan. Sementara itu, teruslah berhubungan seksual secara teratur, setidaknya 2–3 kali seminggu di sekitar masa ovulasi. Dengan menerapkan pola hidup sehat, kualitas sperma pria dapat terjaga demi meningkatkan peluang memperoleh buah hati.