Kunci Mencegah Busung Lapar Ada di Tangan Wanita

Busung lapar tidak hanya terjadi di negara-negara jauh di Afrika ataupun negara-negara konflik yang kerap mengalami kesulitan pasokan makanan bernutrisi. Di Indonesia bagian timur, busung lapar juga terjadi, bahkan hingga menimbulkan kematian.

Busung lapar atau honger oedema adalah salah satu ciri yang menyertai kondisi malanutrisi atau malagizi parah, seperti kwashiorkor dan marasmus. Malagizi sendiri merupakan kondisi saat tubuh mengalami kekurangan nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Marasmus terjadi karena tubuh kekurangan kalori dan protein, sementara kwashiorkor adalah kondisi saat tubuh kekurangan protein saja.

busung lapar-alodokter

Kondisi-kondisi tersebut lebih sering ditemui pada negara-negara miskin dan berkembang, yaitu ketika kemiskinan yang berujung kepada ketidakmampuan mendapatkan makanan bernutrisi. Ciri-ciri malagizi dapat meliputi tubuh yang sangat kurus, tidak berenergi, serta dapat ditemukan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Pembengkakan (edema) pada busung lapar disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam jaringan tubuh. Pembengkakan tersebut dapat dikategorikan sebagai:

  • Ringan jika pembengkakan pada kedua kaki atau pergelangan kaki.
  • Sedang jika pembengkakan pada kedua kaki, tangan, dan lengan bawah.
  • Parah jika pembengkakan pada kedua lengan, kaki, tangan, dan wajah.

Pada balita berusia enam bulan hingga di bawah lima tahun, malagizi yang terjadi secara akut yang disertai dengan edema berat menyebabkan peningkatan risiko kematian lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengalami sedikit edema.

Penanganan Busung Lapar

Pasien yang mengalami busung lapar memerlukan penanganan yang komprehensif, termasuk penjagaan suhu tubuh, penyeimbangan kadar gula darah, pencegahan dehidrasi, penyembuhan infeksi, dan tentu saja pemberian makanan bernutrisi secara rutin. Pada kasus yang berat, penderita busung lapar memerlukan perawatan di rumah sakit. Penderita biasanya boleh keluar rumah sakit bilamana bengkak (edema) telah hilang, tampak baik dan sadar penuh, serta nafsu makan yang cukup.

Wanita dan Busung Lapar

Pada beberapa tradisi, wanita dibiasakan mengonsumsi lebih sedikit makanan karena dianggap tidak bekerja sekeras pria. Padahal secara fisik, justru wanita membutuhkan lebih banyak nutrisi tertentu, seperti kalsium yang dibutuhkan dua kali lebih banyak dibandingkan pria. Ini dibutuhkan terutama di masa-masa kehamilan dan menyusui. Selain itu, wanita yang biasanya bertanggung jawab memberikan makanan bernutrisi untuk sekeluarga sehingga seharusnya memiliki pengetahuan yang lebih banyak mengenai nutrisi.

Oleh sebab itu, memperhatikan kecukupan nutrisi bagi wanita, terutama para ibu, adalah salah satu kunci utama mencegah dan menekan angka busung lapar. Berikut adalah langkah-langkah utama yang dapat diambil.

Mencukupi nutrisi di masa kehamilan

Malagizi atau malanutrisi yang terjadi sebelum bayi berusia dua tahun, termasuk sejak bayi masih di dalam kandungan, dapat mengakibatkan gangguan perkembangan mental dan fisik secara permanen. Hal ini membuat kesehatan wanita hamil, terutama di daerah-daerah miskin, seharusnya menjadi kelompok prioritas pencegahan kekurangan nutrisi.

ASI yang cukup

Air Susu Ibu (ASI) jelas berperan penting dalam mengurangi angka kematian bayi dan menekan angka busung lapar. Setelah enam bulan, bayi juga perlu mendapatkan makanan pendamping ASI yang bernutrisi. ASI eksklusif pada enam bulan pertama dan yang tetap diberikan selama dua tahun telah menyelamatkan setidaknya 1,3 juta bayi di seluruh dunia. Inilah kenapa nutrisi yang cukup pada masa kehamilan seharusnya tetap diprioritaskan selama masa-masa menyusui.

Menyediakan lingkungan yang bersih dan sehat

Efek dari sanitasi yang buruk akan menyulitkan akses air minum yang sehat dan bersih. Secara otomatis, kondisi semacam ini akan berdampak kepada kesehatan ibu dan anak. Dengan kata lain, akses terhadap sarana kesehatan yang berkualitas merupakan solusi jangka panjang untuk mencegah bertambahnya pengidap busung lapar ini. Sebagai bagian dari lingkungan sehat, penyediaan makanan bernutrisi secara gratis seharusnya juga menjadi langkah yang penting. Berbagai produk makanan kini telah banyak dilengkapi dengan berbagai mikronutrisi. Misalnya tepung yang diperkaya asam folat, zat besi, dan berbagai jenis vitamin B.

Malanutrisi juga menjadi penyebab kerusakan pada fungsi otak, menjadikan penderitanya tidak mampu mengakses pendidikan sehingga pada akhirnya menghambat dalam bekerja dan upaya mencari penghasilan. Dalam jangka panjang, pemberdayaan kesehatan wanita memegang peranan penting untuk mencegah busung lapar.