Lakukan Penanganan Bisul di Wajah Hingga Tuntas agar Tidak Menyebar

Ketika kulit mengalami infeksi yang dimulai dari folikel rambut atau kelenjar minyak, maka yang muncul adalah bisul. Bisul di wajah merupakan salah satu infeksi kulit yang sering muncul. Selain di wajah, gangguan kulit ini juga biasa menyerang bagian leher, ketiak, bahu, dan bokong.

Awal dari munculnya bisul di wajah terlihat dari perubahan warna kulit wajah menjadi kemerahan yang biasanya akan diikuti dengan kemunculan benjolan kecil. Setelah empat hari hingga satu minggu, benjolan berubah menjadi putih yang merupakan tanda adanya proses pengumpulan nanah di balik kulit.

lakukan penanganan bisul di wajah hingga tuntas agar tidak menyebar - alodokter

Infeksi yang berujung kepada munculnya bisul di wajah biasa diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau biasa disebut S. aureus yang memang pada dasarnya kerap tinggal di kulit manusia. Meski bisul pada umumnya dapat sembuh sendiri, namun pada kasus ketika bakteri ini mampu menginfeksi jaringan kulit yang lebih dalam, bisa menyebabkan infeksi yang bersifat lebih parah.

Menangani Bisul di Wajah

Munculnya bisul di wajah tentu terasa menjengkelkan. Untung saja, penanganan gangguan ini tidaklah terlampau sulit. Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan ketika seseorang terkena bisul di daerah wajah.

  • Mengompres dengan air hangat

Salah satu cara termudah dan dinilai aman untuk mengatasi bisul di wajah adalah dengan mengompres air hangat. Lakukan pengompresan selama 10 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Panas yang ditimbulkan bisa meningkatkan peredaran darah di sekitar kulit yang terinfeksi. Hal ini akan membuat sel darah putih lebih banyak dikirimkan ke daerah tersebut guna menghentikan infeksi kulit.

  • Basuh dengan sabun antibakteri

Jika kemudian bisul mengeluarkan nanah alias pecah, cucilah daerah yang mengeluarkan nanah hingga bersih dengan sabun antibakteri dan alkohol. Kemudian tutup dengan memakai kain kasa steril yang selanjutnya wajib diganti tiap beberapa waktu guna mencegah penyebaran infeksi. Selain itu, cucilah tangan dengan air hangat dan sabun hingga bersih setelah memegang area bisul. Hal ini diperlukan guna mencegah penyebaran bisul ke area tubuh lainnya. Jika tidak tahan dengan sakitnya, paracetamol atau ibuprofen bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit yang ada.

  • Pengobatan oleh dokter

Jika khawatir bisul di wajah akan menimbulkan infeksi lanjutan yang lebih parah, sebaiknya hubungi dokter kulit. Ahli medis kemungkinan akan meresepkan pemakaian antibiotik untuk mengobati infeksi yang sudah parah. Pada penanganan kasus bisul yang parah, dokter akan memecahkan bisul di wajah dan mengambil sampel bakteri untuk menentukan spesies penyebab infeksi secara spesifik dan menentukan antibiotik mana yang sesuai.

Tidak peduli apakah dipecahkan sendiri atau oleh dokter, lakukanlah pergantian perban secara rutin. Kombinasikan kompres hangat dan menjaga kebersihan daerah yang mengalami infeksi untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika diperlukan, oleskan salep antibiotik di daerah yang terluka.

Untuk mencegah kembalinya bisul di wajah, jagalah kebersihan tubuh dengan baik. Jika perlu, gunakan sabun antibakteri secara rutin guna membantu memperkecil peluang tumbuhnya gangguan kulit ini. Menjaga kebersihan tubuh juga bisa memperkecil risiko folikel rambut mengalami infeksi dan mencegah pembentukan bisul. Disarankan untuk mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai pemakaian produk sabun antibakteri atau pembersih khusus lainnya sebelum digunakan.