Lebih Sehat dengan Manfaat Lobak Putih

Ada berbagai macam jenis lobak, salah satunya adalah lobak putih. Manfaat lobak putih tidak sebatas sebagai paduan di dalam sajian sayur pada menu sehari-hari, tetapi juga menyimpan manfaat kesehatan.

Lobak putih, disebut juga daikon, lobak salju, atau lobak oriental, adalah jenis lobak yang berasal dari Asia Timur atau Asia Tenggara. Tanaman ini memiliki banyak varian yang berasal dari daerah yang berbeda-beda.

lobak putih-alodokterjpg

Lobak putih sewajarnya tumbuh dengan ideal di daerah yang beriklim lembap. Jika tidak, dagingnya cenderung akan mengeras. Teksturnya pun akan menyerupai kayu jika ditinggalkan di tanah. Lobak yang telah dipanen sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan sejuk tanpa daun. Walau demikian, umur penyimpanan lobak ini tidaklah begitu lama.

Manfaat Lobak Putih, Diolah di Dapur sampai Dikonsumsi untuk Kesehatan

Di dalam tiap 100 gram, manfaat lobak putih dalam hal nutrisi kurang lebih adalah sebagai berikut: karbohidrat 4,1 gram, energi 18 kcal, gula 2,5 gram, lemak 0,1 gram, protein 0,6 gram, serat diet 1,6 gram, vitamin C 22 mg, folat 28 µg, kalium 227 mg, fosfor 23 mg, magnesium 16 mg, kalsium 27 mg, natrium 21 mg. Secara praktis, manfaat lobak putih dapat dijabarkan sebagai berikut.

  • Daun lobak putih terlalu keras untuk dikonsumsi mentah. Jika dikeringkan ataupun direbus, daun lobak dapat dibuat menjadi tanaman herba ataupun sup.
  • Di Jepang, manfaat lobak putih sering digunakan sebagai salad dan dijadikan bagian dari sashimi, sup, ataupun ditumis. Di Korea, lobak putih dijadikan bagian dari asinan yang disebut kimchi. Di negara lain, lobak juga menjadi paduan roti lapis, cabai, jus, ikan kukus, atau acar.
  • Sementara di Amerika Utara, lobak putih lebih dikenal sebagai pakan ternak dan tanaman rotasi yang akarnya ditinggalkan untuk mencegah pemadatan tanah. Beberapa jenis lobak putih dapat digunakan sebagai tanaman di musim dingin yang menyimpan nutrisi tinggi jika dibiarkan di dalam tanah. Ketika musim semi tiba, tanah tersebut akan menjadi gembur akibat nitrogen yang dilepaskan.
  • Ekstrak akar lobak mengandung isothiocyanates yang membantu memerangi sel kanker.
  • Sayuran ini mengandung kalori yang rendah sehingga tidak menambah berat badan jika dimanfaatkan sebagai kudapan. Setengah cangkir lobak hanya mengandung kurang lebih 12 kalori.
  • Dalam metode pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda, lobak digunakan untuk menangani gangguan empedu, sakit tenggorokan, demam, dan peradangan.
  • Lobak kaya akan vitamin C yang dapat membantu memerangi radikal bebas, racun dari lingkungan sekitar, dan mencegah kerusakan sel tubuh. Setengah cangkir lobak dapat memenuhi sekitar 14 persen kebutuhan harian vitamin C tubuh.
  • Konsumsi setengah cangkir lobak dapat memberikan 1 gram serat yang dibutuhkan tubuh untuk melancarkan buang air besar dan mengelola kadar gula darah. Kadar gula darah yang stabil dikaitkan dengan rendahnya kolesterol dan penurunan berat badan.
  • Jus lobak putih dapat meringankan kondisi tukak lambung dengan melindungi jaringan lambung serta memperkuat mukosa yang melindungi lambung dari mikroorganisme tidak ramah penyebab peradangan.
  • Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa lobak mengandung protein antijamur RsAFP2 yang dapat mematikan Candida albicans yang dapat menyebabkan infeksi jamur vagina, dan infeksi jamur oral jika berkembang melebihi kadar normal.

Meski pada umumnya lobak relatif aman dikonsumsi, tetapi dalam jumlah banyak, tanaman ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Oleh sebab itu, pengidap batu empedu disarankan tidak mengonsumsi sayuran ini. Selain itu, belum adanya penelitian yang cukup mengenai manfaatnya kepada ibu hamil dan menyusui membuat kedua kelompok ini perlu memperhatikan jumlah lobak yang dikonsumsi.