Lebih Serius Menanggapi Risiko Jatuh Dari Motor dari Sekarang

Peristiwa jatuh dari motor sering dianggap persoalan sepele sebagaimana terdapat anggapan umum bahwa tiap orang pasti pernah jatuh saat mengendarai sepeda motor. Padahal, jatuh dari motor merupakan salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang bisa mengakibatkan cacat permanen atau bahkan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan terdapat lebih dari 1,2 juta orang yang meninggal karena kecelakaan di jalan raya tiap tahun. Mirisnya lagi, sesuai data penyebab kematian yang dirilis WHO pada tahun 2012, kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian nomor satu yang dialami remaja dan dewasa pada rentang usia 15-29 tahun. Jumlah ini mengalahkan statistik bunuh diri dan kematian akibat HIV/AIDS. Pengendara sepeda motor menjadi yang paling rentan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian dibandingkan jenis kendaraan lainnya.

motorcycle accident risk._compress

Peristiwa jatuh dari motor ringan umumnya mengakibatkan cedera luka dan memar. Namun pada kasus yang lebih berat, jatuh dari motor mengakibatkan cedera serius, seperti cedera kepala. Benturan keras pada kepala akibat jatuh dari motor nyatanya dapat berakibat fatal. Gegar otak merupakan jenis cedera kepala yang dapat menjadikan pengendara mengalami pusing, muntah, atau bahkan kehilangan kesadaran.

Tindakan Pencegahan Cedera Fatal akibat Jatuh dari Motor

Tidak perlu takut naik motor karena khawatir terjatuh, asalkan Anda tetap mematuhi segala peraturan berkendara yang telah diwajibkan. Selain itu, penting untuk memahami dan mengikuti tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko mengalami cedera fatal saat jatuh dari motor. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menggunakan helm saat mengendarai motor

Pemakaian helm saat berkendara sangat efektif dalam upaya mengurangi risiko cedera kepala. Gunakan helm berstandar SNI dengan ukuran pas dan terpasang dengan posisi yang benar. Pemakaian helm dapat mengurangi risiko kematian hingga 40 persen dan cedera berat, termasuk cedera kepala hingga 70 persen.

  • Menerapkan safety riding

Kemampuan berkendara Anda diuji di dalam tes Surat Izin Mengemudi (SIM). Apabila lulus tes, langkah berikutnya adalah mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku serta menghargai pengendara lain di jalan raya. Terapkan cara berkendara yang aman (safety riding) dengan memakai perlengkapan pelindung dan perilaku santun dalam berkendara. Atur kecepatan secara teratur dan hindari mengebut. Kecepatan merupakan faktor kritis yang sering menyebabkan kecelakaan.

  • Tidak mengonsumsi narkoba dan minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol menjadi faktor risiko terbesar sebagai penyebab tertinggi kecelakaan di jalan raya. Pelanggaran hukum berlalu lintas kerap terjadi akibat efek memabukkan yang ditimbulkan akibat konsumsi narkoba. Dengan menjaga diri tetap dalam kondisi sadar ketika berkendara, refleks tubuh tetap prima sehingga bisa terhindar dari kecelakaan.

Ibu hamil tidak disarankan untuk mengendarai sepeda motor sendiri untuk menghindari risiko jatuh dari motor. Hal ini bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan yang disebut ruptur uteri, yakni kondisi robeknya dinding uterus saat hamil akibat jatuh dari sepeda motor yang dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi.

Perlu diingat, berikan edukasi kepada sanak saudara dan anak Anda tentang cara berkendara yang aman. Berikan juga kepada mereka mengenai pentingnya mematuhi peraturan berlalu lintas demi menjaga keselamatan bersama.