Letargi Bukan Sekadar Lelah, Penting Mencari Penyebabnya

Letargi adalah ketika seseorang mengalami kelelahan, baik secara fisik maupun pikiran. Kelelahan ini seringkali disertai dengan rasa mengantuk, lesu, dan lemah. Orang dalam kondisi letargi biasanya menjadi lebih lambat daripada biasanya dan terlihat seperti orang bingung.  

Rasa lelah dan lemah ini merupakan sebuah tanda atau gejala, bukan penyakit. Gejala ini kemungkinan timbul karena suatu kondisi atau penyakit yang sedang dialami, bahkan mungkin merupakan pertanda membutuhkan bantuan medis.

letargi - alodokter

Gangguan yang Dikeluhkan

Letargi dapat muncul berupa rasa lelah, mudah mengantuk dan lesu, sehingga membuat pergerakan menjadi lebih lamban dan sulit konsentrasi. Selain itu, tubuh juga terasa lemah hingga merasa sulit untuk melakukan aktivitas. Saat memaksa untuk bergerak, otot umumnya akan terasa mudah letih atau sakit. Lemah pada letargi juga dapat membuat seseorang kurang produktif.

Selain itu, dalam kondisi letargi, seseorang dapat merasakan perubahan suasana hati, menjadi mudah jenuh dan gelisah. Letargi juga dapat membuat seseorang tampak linglung dan kurang waspada.

Penyebab dan Cara Mengatasi Letargi

Letargi disebabkan oleh banyak hal dan yang paling utama adalah karena penyakit. Salah satu kondisi yang dapat menimbulkan letargi adalah demam tinggi, terutama bila kenaikan suhu terjadi dengan cepat.

Selain itu ada beberapa kondisi lain yang mungkin diikuti dengan gejala letargi, yakni:

Letargi juga dapat dipicu oleh beban pikiran/stres dan kondisi mental yang sedang dialami, seperti depresi termasuk depresi setelah melahirkan dan juga pre-menstrual syndrome (PMS).

Riwayat menderita penyakit kronis, menjalani perawatan medis seperti kemoterapi, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat-obatan khusus yang memiliki kandungan narkotika, dapat memicu terjadinya letargi.

Begitu banyaknya penyebab letargi, sehingga dokter perlu mempersempit dugaan untuk menentukan penyebab utamanya. Dokter akan bertanya mengenai hal-hal yang Anda rasakan untuk memastikan penyebab letargi, juga mengenai riwayat kesehatan dan keseharian Anda, sambil menilai status mental. Lalu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan penunjang lainnya seperti pemeriksaan darah.

Penting untuk mengetahui penyebab letargi agar dapat diberikan penanganan yang tepat. Jika letargi disebabkan infeksi atau peningkatan hormon tiroid, maka perlu diberikan obat khusus dari dokter. Ada pula kemungkinan pemberian obat antidepresan untuk gangguan mental.

Selain itu, penting untuk menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan penuh nutrisi, memperbanyak minum air putih, rutin olahraga, istirahat yang cukup dan mengelola stress dengan baik.

Gejala Penyerta Letargi yang Harus Diwaspadai

Beberapa gejala yang kerap menyertai kondisi letargi berikut ini dapat menjadi tanda-tanda bahaya dan harus segera diperiksa ke dokter:

  • Adanya nyeri dada
  • Tidak responsif
  • Tubuh lemah separuh badan
  • Perubahan berat badan secara drastis
  • Mengalami rasa lelah yang tidak hilang selama lebih dari dua minggu
  • Sakit kepala yang terasa hebat
  • Sulit tidur
  • Sesak napas
  • Terjadi peningkatan denyut jantung, atau penurunan kesadaran.

Seperti orang dewasa, bayi dan anak-anak juga dapat mengalami letargi. Kondisi penyerta letargi pada bayi dan anak-anak yang harus diwaspadai adalah:

  • Demam hingga 39 derajat Celsius atau lebih
  • Sulit dibangunkan saat tidur
  • Tiba-tiba muncul ruam di bagian-bagian tubuh tertentu
  • Sering muntah, terutama dalam waktu hingga 12 jam atau lebih
  • Mengalami dehidrasi. Tanda-tandanya adalah mulut kering dan menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata.

Letargi sekilas tampak tidak berbahaya. Namun, sebaiknya jangan anggap sepele gejala ini. Ada kemungkinan letargi merupakan tanda adanya penyakit lain dalam tubuh yang sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi