Macam-macam Penyakit Endemik di Indonesia

Penyakit endemik adalah suatu penyakit yang menyerang wilayah geografis atau kelompok populasi tertentu. Penyakit endemik masih berdampak luas terutama pada masyarakat di negara berkembang. Hal ini antara lain berkaitan dengan pembangunan yang kurang merata, serta tindakan pencegahan dan pengobatan yang sulit dijangkau.

Secara global, organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO)  berupaya untuk membantu melakukan pencegahan penyakit, sekaligus membantu membuka akses kesehatan lebih luas, guna meningkatkan upaya menangani kasus-kasus penyakit endemik di dunia, termasuk Indonesia.

Endemic disease

Dipengaruhi Perubahan Iklim dan Berbagai Faktor Lingkungan

Salah satu penyakit yang umum muncul di Indonesia sebagai penyakit endemik yaitu demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk ini dapat timbul sepanjang tahun. Seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk, jumlah penderita DBD serta luas daerah penyebarannya semakin bertambah.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI, angka kejadian penyakit DBD dari tahun 1968 – 2015 cenderung meningkat. Perubahan iklim di Indonesia menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam perkembangbiakan vektor penyakit DBD, yakni nyamuk Aedes.

Selain penyakit DBD, ada beberapa penyakit endemik lainnya di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Malaria
    Malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung plasmodium, yaitu parasit penyebab malaria.

    Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok umur, termasuk laki-laki maupun perempuan. Gejala yang dikeluhkan meliputi demam, menggigil, sakit kepala, mual atau muntah. Penyakit malaria sebagian besar terjadi di daerah pedesaan.

  • Hepatitis
    Merupakan penyakit endemik yang terjadi di beberapa negara, disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Hepatitis terbagi dalam 5 jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita hepatitis B terbesar kedua di negara Asia Tenggara setelah Myanmar.
  • Kusta
    Kusta atau dikenal juga sebagai lepra adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae. Kusta menyerang beberapa bagian tubuh, di antaranya adalah saraf dan kulit. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit kusta antara lain kulit mengalami bercak putih atau merah seperti panu, dan kesemutan hingga mati rasa pada saraf tepi. Di Indonesia, pria lebih banyak menjadi penderita kusta dibandingkan wanita.
  • Filariasis
    Filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk sebagai perantara penyakit ini, dan menyebar hampir di semua wilayah di Indonesia. Filariasis dapat menyerang semua golongan tanpa mengenal usia dan jenis kelamin. Filariasis dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup dan rasa tidak nyaman akibat pembengkakan di berbagai bagian tubuh. Edukasi yang kurang mengenai kondisi ini pada lapisan masyarakat tertentu, menyebabkan penderitanya kerap dikucilkan oleh lingkungan sekitar.

Berbagai tindakan dilakukan pemerintah melalui Kementrian Kesehatan untuk menangani dan mengendalikan penyakit endemik. Misalnya untuk pencegahan DBD, Pemerintah melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.  Kemudian untuk mencegah filariaris, pemerintah melakukan Program Eliminasi Filariasis yaitu program pemberian obat pencegahan massal filariasis di berbagai daerah endemis.

Upaya mengatasi penyakit endemik di Indonesia bukan hanya fokus pada ketersediaan layanan obat saja, namun kini lebih ditekankan pada upaya promotif dan preventif, yang dilakukan melalui berbagai program penyuluhan puskesmas dan pos pelayanan terpadu. Hal ini bertujuan untuk memberi edukasi dan membangun kewaspadaan terhadap berbagai penyebab penyakit endemik. Dukungan seluruh anggota masyarakat tentu sangat dibutuhkan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit endemik yang terjadi.

Referensi