Makanan Berkalori Rendah Berikut Layak Menjadi Asupan Diet Anda

Banyak orang yang takut mengonsumsi makanan berkalori karena alasan bisa menyebabkan berat badan melonjak. Masalahnya tiap orang membutuhkan kalori agar memiliki energi yang cukup untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Masalah kenaikan berat badan akibat asupan makanan berkalori berlebihan mungkin pernah menimpa siapa saja. Hal ini terjadi terutama ketika konsumsi makanan yang berisi energi atau kalori secara berlebihan. Risiko kian membesar ketika hal tersebut tidak diimbangi dengan kegiatan fisik atau olahraga yang cukup untuk membakar penumpukan kalori di badan.

makanan berkalori rendah berikut layak menjadi asupan diet anda – alodokter

Menuding makanan berkalori sebagai biang kerok kenaikan berat badan tentu tidaklah bijak. Pada kenyataannya, ketidakdisiplinan seseorang menjadi faktor yang lebih berpotensi menjadikan berat badan tidak terkontrol. Hal ini terjadi ketika perut dalam keadaan lapar berat sehingga memicu seseorang untuk menelan apa pun makanan yang ada.

Untuk mempertahankan berat badan yang ideal atau menurunkan berat badan, makanan sehat yang membuat perut kenyang lebih lama sewajarnya menjadi tujuan utama. Ketika seseorang sering lapar, maka makanan berkalori bukanlah solusinya. Justru makanan rendah kalori tapi tinggi protein, kaya serat, dan mengandung lemak sehat adalah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Daftar Makanan Berkalori yang Baik untuk Dikonsumsi

Bagi mereka yang sedang fokus mempertahankan atau menurunkan berat badan, makanan berkalori rendah berikut ini mungkin bisa membantu.

  • Asparagus

Makanan berkalori rendah pertama yang layak dijadikan pilihan diet adalah asparagus. Dari 125 gram asparagus, hanya terdapat sekitar 27 kalori saja. Selama ini, asparagus digunakan untuk proses detoksifikasi karena kaya akan asam amino yang bersifat diuretik. Asparagus juga berguna untuk mempercepat metabolisme zat alkohol dan racun lainnya. Bahan ini juga kaya akan vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, C, E, dan K, B6, folat, besi, tembaga, dan bahkan protein.

  • Brokoli

Bahan makanan berkalori rendah yang bagus untuk diet lainnya adalah brokoli. Bahan makanan ini mengandung sekitar 31 kalori di dalam tiap 90 gram. Brokoli kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Selain itu, brokoli kaya akan antioksidan yang memiliki potensi untuk melawan kanker payudara dan mengurangi potensi terkena kanker usus. Sulforafan adalah bahan kimia dalam brokoli yang bertanggung jawab untuk perlindungan tubuh.

  • Kubis

Makanan rendah kalori lainnya yang bisa dijadikan pilihan untuk mempertahankan berat badan ideal adalah kubis. Bahan ini hanya mengandung 22 kalori di dalam tiap 100 gram. Vitamin, mineral, serat, dan beberapa fitonutrien yang berperan dalam memerangi kanker merupakan nutrisi yang ada dalam kubis juga. Kubis mengandung glukosinolat untuk membersihkan racun di sistem pencernaan. Sayuran ini juga punya senyawa sulforafan yang bersifat antikanker. Untuk memperbaiki sel dan menghalangi pertumbuhan kanker, antosianin dalam kubis berwarna ungu juga bisa diandalkan.

  • Jamur

Enak dan memiliki banyak varian merupakan kelebihan dari makanan berlemak rendah ini. Ya, hanya terdapat 15 kalori dari tiap 75 gram asupan jamur. Hampir semua jamur mengandung aneka jenis antioksidan yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, jamur juga kaya akan kalium, vitamin B, dan serat. Kebanyakan jamur juga merupakan sumber vitamin D, thiamin, riboflavin, niacin, vitamin B6, asam pantotenat, fosfor dan selenium.

  • Bayam

Bayam hanya mengandung 7 kalori dari tiap 225 gram. Bahan makanan berkalori rendah ini kaya akan zat besi, asam folat, dan vitamin K. Bayam memiliki nutrisi-nutrisi antioksidan juga. Selain itu, bayam mengandung fitokimia lutein yang berguna untuk melindungi mata dari degenerasi makula terkait pertambahan usia.

Manusia tetap membutuhkan kalori guna menunjang aktivitas tubuh, seperti menjaga detak jantung dan menjaga paru-paru tetap bekerja dalam sistem pernapasan manusia. Kalori dan asupan nutrisi lainnya juga penting untuk perkembangan dan pertumbuhan tubuh. Walau demikian, untuk menjaga berat badan, jumlah kalori yang dikonsumsi harus seimbang dengan kalori yang dikeluarkan.