Makanan Sehat Sumber Vitamin E untuk Memerangi Radikal Bebas

Sumber vitamin E dapat diperoleh dari berbagai makanan. Vitamin E terdiri dari sekelompok zat larut lemak dengan efek antioksidan. Vitamin ini membantu melindungi jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, juga berperan mencegah penuaan, serta menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat melawan kuman. Pentingnya vitamin E ini bagi tubuh membuat Anda perlu mencermati makanan apa saja yang dapat menjadi sumber vitamin E.

Diperlukan vitamin E dalam kadar cukup agar tubuh dapat berfungsi normal. Vitamin E ini adalah antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Kekurangan vitamin ini dapat membuat tubuh lebih berisiko terkena infeksi, lemah otot atau pun berkurangnya kualitas penglihatan.

sumber Vitamin E-alodokter (1)

Kebutuhan harian vitamin E rata-rata pria dewasa adalah 4 miligram per hari sementara untuk wanita adalah 3 miligram per hari. Asupan vitamin E sebanyak 15 miligram per hari pada orang dewasa masih dianggap normal. Umumnya jarang orang yang mengalami kekurangan vitamin E karena vitamin ini terkandung dalam hampir semua makanan. Namun beberapa jenis makanan memiliki kandungan vitamin E lebih tinggi.

Di bawah ini adalah berbagai makanan sumber vitamin E yang kaya akan alpha-tocopherol, yaitu bentuk paling aktif dari vitamin E, berikut kadarnya:

  • 24 biji kacang almond mengandung 7,4 miligram alpha-tocopherol.
  • 35 gram biji bunga matahari mengandung 8,4 miligram alpha-tocopherol.
  • 225 gram bayam masak mengandung 6,7 miligram alpha-tocopherol.
  • 225 gram labu kalengan mengandung 2,6 miligram alpha-tocopherol.
  • 125 gram asparagus mengandung 2,2 miligram alpha-tocopherol.
  • 85 gram ikan todak mengandung 2,1 miligram alpha-tocopherol.
  • Sebuah mangga mentah mengandung 1,9 miligram alpha-tocopherol.
  • 90 gram brokoli rebus mengandung 1,9 miligram alpha-tocopherol.
  • Satu sendok makan minyak kedelai mengandung 1,1 miligram alpha-tocopherol.
  • Satu tomat mentah ukuran sedang mengandung 0,7 miligram alpha-tocopherol.
  • Setengah buah avokad mengandung 2,1 miligram alpha-tocopherol.
  • Buah kiwi ukuran sedang mengandung 1 miligram alpha-tocopherol.
  • 85 gram gurita mengandung 1 miligram alpha-tocopherol.
  • 85 gram lobster mengandung 0,9 miligram alpha-tocopherol.
  • 85 gram ikan kod kering mengandung 0,8 miligram alpha-tocopherol.
  • Setengah cangkir beri hitam mengandung 1,6 miligram alpha-tocopherol.
  • Satu sendok makan minyak jagung mengandung 1,9 miligram alpha-tocopherol.

Selain kaya vitamin E, buah-buahan di atas umumnya juga kaya vitamin C yang kemudian akan bekerja sama dengan vitamin E dan antioksidan lain.

Penyerapan vitamin E akan lebih maksimal jika dikonsumsi bersamaan dengan lemak. Sebaliknya, gangguan penyerapan lemak akibat penyakit tertentu, misalnya penyakit hati, dapat menyebabkan kekurangan vitamin E.

Di samping itu, mencukupi kebutuhan vitamin E dari makanan segar lebih bermanfaat dibandingkan mengonsumsi suplemen, karena berpotensi berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti obat antikoagulan atau antiplatelet. Oleh sebab itu, konsultasikan lebih dulu ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin E.

Suplemen antioksidan juga disarankan tidak dikonsumsi selama menjalani kemoterapi atau pun radioterapi dalam penanganan kanker. Suplemen ini dapat mengurangi efektivitas terapi dengan menghambat kerusakan pada sel kanker.

Pada akhirnya, jika Anda merasa kerepotan untuk mengingat makanan-makanan sumber vitamin E, pastikan saja Anda mengonsumsi makanan sehat dengan gizi berimbang yang kaya buah dan sayur, serta gandum utuh.