Mama Mau Masak Bareng si Kecil di Rumah?

Masak sendiri di rumah memiliki banyak keuntungan bagi seluruh anggota keluarga. Salah satunya membuat seluruh anggota keluarga mengonsumsi makanan yang sudah bisa dipastikan nilai gizi dan kesehatannya.

Selain keuntungan di atas, memasak makanan di rumah membuat anak-anak dan remaja dapat lebih menghindari risiko obesitas. Makanan yang dihasilkan sendiri dari dapur rumah umumnya terjamin lebih sehat dan memiliki kalori lebih rendah dibandingkan jajanan di luar rumah.

mama mau masak bareng si kecil di rumah - alodokter

Yang Harus Diperhatikan Mama Sebelum Masak

Agar memasak sendiri di rumah tidak sia-sia, Mama perlu memerhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Kebersihan dapur

Tahukah Mama bahwa dapur merupakan lokasi paling banyak kuman di rumah? Tidak tanggung-tanggung, wastafel dapur ternyata dapat memiliki kuman hingga 100 ribu kali lipat dibandingkan kondisi di kamar mandi.

Deretan kuman-kuman pembawa penyakit, seperti E. Coli, salmonella, dan campylobacter, masuk ke dapur melalui makanan mentah. Kuman-kuman tersebut juga bisa menginvasi dapur melalui hewan piaraan. Jika tidak ditangani dengan tepat, jangan heran jika aneka kuman di atas menyebar ke mana-mana.

  • Perlakukan bahan makanan dengan tepat

Selain faktor dapur yang memiliki banyak kuman, perlakuan terhadap makanan juga perlu diperhatikan. Makanan tertentu bisa langsung dikonsumsi dan hanya memerlukan dicuci hingga bersih. Namun, banyak makanan yang jika tidak dimasak dengan benar akan berisiko menyebabkan penyakit.

Pastikan Bunda mencontohkan kepada si Kecil bagaimana menghasilkan masakan yang selain enak juga sehat. Salah satu yang harus dibiasakan adalah mengolah masakan hingga matang agar bakteri yang ada dalam bahan makanan tersebut mati. Bahan-bahan makanan yang perlu mendapat perlakuan ini adalah daging unggas seperti ayam dan bebek. Selain itu, daging sapi, daging kambing, daging babi, dan olahannya juga wajib dimasak hingga matang.  Jeroan dan hati juga perlu dimasak hingga matang agar meminimalkan risiko menimbulkan sakit.

Bunda juga perlu memperlakukan bahan sayur-sayuran dan buah-buahan dengan tepat agar tidak menimbulkan bahaya. Cucilah dengan air dingin mengalir sebelum memasak atau mengonsumsi. Jangan mencuci memakai pembersih rumah atau cairan pencuci kecuali yang memang benar-benar didedikasikan untuk hal itu. Selain mencuci, mengupas kulit buah juga bisa dilakukan untuk menghilangkan kuman yang mungkin ada.

Selain cara masak yang benar, penyimpanan juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlakuan yang asal-asalan terhadap bahan makanan kemungkinan bisa menyebabkan keracunan makanan, pilek, flu, dan kondisi lainnya.

  • Kebersihan diri

Faktor lain yang wajib diperhatikan saat Mama turun memasak ke dapur adalah kebersihan diri pribadi. Salah satu hal yang sepele, namun sering lupa dilakukan dengan benar adalah mencuci tangan.

Tangan adalah media paling utama dari tubuh kita yang bisa menyebarkan kuman, maka penting kiranya untuk mencuci tangan sebersih mungkin untuk mengurangi risiko penyebaran kuman melalui tangan. Lakukan pencucian dengan air hangat dan sabun sebelum memasak, setelah menyentuh sampah sisa-sisa memasak, serta sebelum dan setelah menyentuh makanan mentah.

  • Jaga keamanan anak

Saat mengajak anak-anak, beberapa faktor terkait keselamatan mereka juga harus diperhatikan. Jika si Kecil masih usia prasekolah, pastikan mereka dijauhkan dari alat pengocok yang memakai listrik, kompor, panci, dan penggorengan panas. Jangan lupa untuk mengingatkan mereka akan bahaya ini, bahkan jika yang diajak masak adalah anak-anak yang sudah sekolah.

Agar mereka lupa terhadap rasa ingin tahu terhadap benda-benda membahayakan di atas, sibukkan mereka dengan tugas-tugas ringan, seperti menyiapkan meja makan atau mengaduk adonan. Pastikan anak juga mengikuti aturan kebersihan sebagaimana yang diterapkan pada Mama.

  • Jaga kesabaran

Jangan takut dapur berantakan saat mengajak anak memasak. Bahkan Mama juga tidak bisa menjaga dapur terus-menerus rapi saat memasak, bukan?

Agar kegiatan ini tetap menyenangkan, sebaiknya longgarkan aturan dapur yang harus selalu rapi, terutama saat mengajak mereka. Yang pasti, Mama harus lebih bersabar saat menghadapi ‘kekacauan’ yang mungkin terjadi. Jangan lupa untuk tetap menyemangati anak jika mereka tidak bisa melakukan tugas yang Mama berikan.

Manfaat Mengejutkan saat Memasak Bersama si Kecil

Jika hal-hal mendasar di atas sudah dilakukan oleh Mama, maka aktivitas memasak dengan si Kecil akan sangat menyenangkan. Beberapa manfaat di bawah ini juga bisa didapat si Kecil.

  • Manfaat jangka panjang

Manfaat memasak bersama si Kecil ternyata bermanfaat bagi kehidupan mereka nantinya. Salah satunya adalah membuat mereka lebih mudah dalam membangun rasa percaya diri dan memiliki gaya hidup sehat saat dewasa.

Memasak juga bisa dijadikan keterampilan yang menjanjikan masa depan mereka kelak. Bahkan, anak-anak yang melakukan aktivitas memasak dengan orang tua mereka lebih mungkin terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

  • Manfaat jangka pendek

Selain bermanfaat dalam jangka panjang, memasak bersama si Kecil juga memiliki manfaat instan. Yang paling terasa adalah anak-anak akan melupakan junk food karena mereka senang dengan makanan rumah.

Selain itu, memasak dengan si Kecil juga bisa mengurangi waktu anak sibuk dengan gadget mereka atau duduk di depan TV. Dengan kata lain, orang tua dan anak bisa menikmati kebersamaan yang berkualitas. Tentunya, anak akan merasa dilibatkan dan ikut berkontribusi bagi keluarga.

Nah Mama, sempatkanlah masak bareng si Kecil agar kebersamaan Anda dengan si Buah Hati kian akrab dan membahagiakan.