Mengenal Angiografi dan Manfaat Melakukan Prosedur Ini

Angiografi adalah pemeriksaan pembuluh darah menggunakan zat kontras khusus dan memanfaatkan Rontgen. Hasil angiografi akan disebut normal jika aliran darah ke jantung normal dan tidak ada penyumbatan.

Angiografi yang biasanya perlu waktu sekitar setengah hingga dua jam ini umumnya dijalankan di departemen radiologi rumah sakit dengan menggunakan pencitraan Rontgen. Singkatnya waktu pemeriksaan membuat pasien biasanya tidak perlu menginap dan dapat pulang di hari yang sama setelah selesai.

[caption id="attachment_881391" align="aligncenter" width="650"]Angiografie Angiography Angiografie
Angiography[/caption]

Peran dan Bagaimana Prosesnya

Angiografi perlu dilakukan untuk memeriksa beberapa hal berikut:

  • Mendeteksi ada tidaknya gangguan pada pembuluh darah, seperti sobekan yang memengaruhi aliran darah.
  • Mengevaluasi aliran darah jantung, terutama pada kondisi gagal jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, dan nyeri dada yang tidak spesifik.
  • Mencari tahu sumber pendarahan dalam tubuh.
  • Mengetahui seberapa buruk aterosklerosis dalam pembuluh darah jantung.
  • Mempersiapkan operasi gangguan pembuluh darah pada kaki.
  • Memeriksa kondisi tertentu seperti angina, penyumbatan pembuluh darah, atau pun emboli paru.
  • Mendeteksi aneurisme otak akibat penyumbatan pembuluh darah.
  • Mencermati jumlah, kondisi, dan lokasi arteri ginjal sebelum diadakan transplantasi ginjal.
  • Mendeteksi pola aliran darah pada tumor dan melihat berapa tumor yang tersebar dalam tubuh.

Namun, angiografi tidak disarankan untuk dilakukan pada seseorang yang memiliki riwayat alergi dengan zat kontras, menderita gangguan pembekuan darah, kerusakan ginjal, memiliki tekanan darah tinggi yang sulit terkendali, aritmia, anemia, dan demam.

Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien perlu mengetahui detail jalannya pemeriksaan, risiko yang mungkin timbul, serta kemungkinan perlunya mengonsumsi obat penenang. Pasien juga perlu menginformasikan ke dokter atau petugas kesehatan jika mereka sedang hamil, mengonsumsi obat kuat, atau pun memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.

Di samping itu, sebelum menjalani prosedur ini, dokter mungkin akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan kesehatan umum, termasuk pemeriksaan fisik dan tes darah.
  • Riwayat kesehatan, termasuk ada tidaknya alergi.

Sebelum pemeriksaan, pasien diwajibkan untuk tidak makan dan minum (puasa) selama 8 jam sebelum tes, dan beristirahat yang cukup di malam sebelum pemeriksaan. Pemeriksaan angiografi ini biasanya dilakukan saat pasien dalam kondisi sadar. Meski demikian, bius total dapat diberikan pada anak-anak yang menjalani prosedur ini. Obat penenang mungkin dibutuhkan untuk membuat rileks. Setelah pasien berbaring, dokter akan memberi bius lokal dan membuat sayatan kecil pada pembuluh darah arteri, umumnya arteri dekat pergelangan tangan atau pangkal paha.

Kateter kemudian dimasukkan ke dalam salah satu arteri, lalu diarahkan pada area yang diperiksa. Agar pembuluh darah dapat terlihat, maka disuntikkan zat kontras ke dalam pembuluh darah sebelum pemeriksaan dimulai agar dokter dapat mendeteksi ada tidaknya gangguan. Ada kalanya angiografi dilakukan bersamaan dengan angioplasti, yaitu memasukkan selang kecil (kateter) untuk membuka penyempitan arteri. Setelah prosedur selesai, pasien perlu berbaring beberapa jam untuk mencegah perdarahan dari sayatan.

Selain istirahat, pasien dapat makan dan minum segera setelah dirasa siap. Minum banyak air putih dibutuhkan untuk membuang zat pewarna yang digunakan untuk pemeriksaan. Pasien dapat langsung kembali beraktivitas keesokan harinya, tapi perlu menghindari olahraga berat atau pun mengangkat beban berat selama beberapa hari.

Walau umumnya aman, angiografi berisiko menyebabkan seperti tekanan darah rendah, tamponade jantung, cedera pada arteri jantung, detak jantung tidak teratur, stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, dan walaupun relatif jarang, reaksi alergi. Oleh karena itu, dokter yang melakukan prosedur ini sudah mengantisipasi dan mempersiapkan semua peralatan bantuan yang dibutuhkan apabila hal-hal tersebut terjadi.