Manfaat Matahari Pagi Sehangat Sinarnya

Bangun pagi tak hanya membuat rejeki tidak dipatok ayam, manfaat matahari pagi untuk kesehatan pun bisa Anda rasakan.

Berjemur di pagi hari mungkin dianjurkan tidak hanya dilakukan oleh para bayi, tapi juga orang dewasa. Terkena sinar matahari pagi selama beberapa saat diduga memberikan banyak faedah. Berikut beberapa manfaat matahari pagi yang bisa kita rasakan.

Manfaat Matahari Pagi Sehangat Sinarnya - alodokter

Sumber vitamin D

Manfaat matahari pagi yang pertama yaitu tubuh kita bisa mendapatkan vitamin D secara langsung. Mengapa? Karena sinar matahari adalah sebagai pemicu terbentuknya vitamin D. Kita membutuhkan vitamin D untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat dari makanan dan minuman yang telah kita konsumsi. Dua mineral tersebut memegang peranan penting dalam kesehatan tulang, gigi dan otot.

Jika tubuh kekurangan vitamin D, tulang bisa menjadi menjadi lunak dan lemah hingga menyebabkan deformitas tulang. Kekurangan vitamin D juga meningkatkan risiko terkena multiple sclerosis, TB, rheumatoid arthritis (gangguan kekebalan tubuh yang menyerang sendi-sendi tubuh sehingga meradang dan nyeri), diabetes tipe 1, dan kanker. Anak-anak yang kekurangan vitamin D bisa terserang rakhitis (tulang menjadi lunak dan tidak kuat sehingga berbentuk tidak normal), sedangkan orang dewasa bisa terkena osteomalacia (tulang menjadi nyeri dan lunak).

Menyembuhkan penyakit kulit

Manfaat sinar matahari pagi selanjutnya berhubungan dengan penyakit kulit. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), paparan sinar matahari dapat mengobati beberapa kondisi kulit pada beberapa orang. Dokter merekomendasikan paparan radiasi UV untuk mengobati jerawat, sakit kuning, eksim, dan psoriasis.

Mengurangi stres

Sebuah studi menunjukkan bahwa terkena sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati kita. Pada hari cerah di mana matahari bersinar dengan terang, otak kita akan menghasilkan hormon serotonin (hormon yang bisa memengaruhi suasana hati) lebih banyak jika dibandingkan dengan hari-hari mendung, hujan, atau berawan.

Dengan berkurangnya hormon serotonin dalam tubuh, kita pun jadi rentan terserang seasonal affective disorder (SAD), yaitu suatu bentuk depresi yang dipicu oleh perubahan musim. Jika sudah terkena SAD, terutama di musim yang kurang sinar mataharinya seperti musim dingin dan penghujan, gejala depresi seperti sulit berkonsentrasi, murung, tidur berlebihan, malas melakukan kegiatan sehari-hari, merasa lelah, dan hilang energi bisa kita rasakan.

Mencegah kanker

Terpapar sinar matahari secara berlebih memang bisa memicu kanker kulit. Namun dalam jumlah sedang, sinar matahari justru bisa mencegah penyakit kanker lainnya seperti kanker prostat, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker usus besar, dan limfoma Hodgkin. Dan beruntunglah kita tinggal di negara tropis, karena mereka yang tinggal di daerah yang kurang sinar mataharinya cenderung terkena berbagai penyakit kanker tersebut.

Kapan waktu yang tepat?

Disarankan untuk tidak berjemur di atas jam 10.00 pagi jika ingin mendapatkan manfaat matahari pagi seutuhnya. Durasinya pun jangan berlebihan, cukup 5-15 menit selama dua sampai tiga kali seminggu. Jika terpapar sinar matahari setelah jam 10 pagi hingga pukul 16.00 selama waktu tertentu yang didapat justru kulit terbakar. Tergantung tipe kulit masing-masing, makin putih kulit seseorang makin cepat kulitnya terbakar. Sebaliknya, makin gelap kulit seseorang lebih tahan terhadap pengaruh radiasi sinar matahari tersebut.

Radiasi ultraviolet sinar matahari memiliki efek positif dan negatif. Terlalu banyak terpapar sinar matahari langsung memang berbahaya bagi kesehatan kulit kita. Namun dalam jangka waktu yang tepat, hangatnya sinar mentari pagi justru memberikan banyak manfaat matahari pagi.