Manfaat Minum Susu sebelum Tidur: Fakta atau Sekadar Mitos?

Sebagian orang meyakini tentang adanya manfaat minum susu sebelum tidur sehingga terus menerapkannya hingga dewasa, bahkan kepada anak-anak mereka juga. Walau sebenarnya masih dibutuhkan peninjauan kembali apakah minum susu memang berperan menyebabkan rasa kantuk.

Perut lapar adalah salah satu penyebab orang tidak dapat segera tidur, begitu pula jika terlalu kenyang dapat menyebabkan hal serupa. Oleh karenanya susu dianggap menjadi minuman yang tepat untuk membuat perut terasa nyaman sekaligus memudahkan seseorang untuk tidur.

manfaat minum susu sebelum tidur-alodokter

Tritopan dalam Susu Membuat Mengantuk?

Susu dapat mengandung asam amino tritopan. Menurut penelitian, asam amino ini membantu pengonsumsinya untuk lebih mudah tidur. Tritopan adalah salah satu unsur di dalam otak yang dipakai untuk memproduksi melatonin dan serotonin, serta membuat seseorang merasa rileks sebagai persiapan untuk tidur. Melatonin berperan membantu manusia untuk tidur dan bangun secara teratur. Namun seiring pertambahan usia, produksi melatonin mengalami menurun. Kondisi ini juga dapat menyebabkan insomnia pada lansia. Sebagai suplemen, melatonin diproduksi untuk membantu menangani insomnia.

Tubuh memiliki siklus alami dalam tubuh yang mengatur tubuh untuk bangun dan tidur tiap hari, begitu juga untuk menentukan seberapa banyak produksi melatonin yang diproduksi tubuh. Umumnya kadar melatonin meningkat menjelang sore hingga malam, kemudian pada pagi hari akan menurun secara drastis.

Berdampingan dengan melatonin, tritopan memproduksi serotonin yang berperan mengatur mood seseorang, membantu manusia merasa tenang, rileks, dan memicu rasa kantuk. Tritopan terkandung dalam sejumlah makanan sumber protein dan sayuran, serta susu, namun dalam kadar yang sangat kecil.

Oleh karenanya bukan berarti bahwa mengonsumsi segelas susu begitu saja bisa meningkatkan kadar tritopan dalam tubuh sehingga menyebabkan kantuk. Kadar tritopan yang terdapat dalam secangkir susu sekali minum tidak cukup membuat seseorang tertidur. Sehingga tidak ada bukti kuat yang menegaskan bahwa triptopan dalam susu sebelum tidur dapat memicu rasa kantuk. Namun, Anda dapat mencoba mengombinasikan camilan yang mengandung triptopan dengan sedikit karbohidrat, karena insulin yang dikeluarkan tubuh dapat mempermudah masuknya triptofan ke otak. Cara ini mungkin efektif untuk Anda.

Banyak orang yang menyukai susu cokelat sebagai minuman sebelum tidur. Padahal minuman ini sebenarnya mengandung kafein dan teobromin, disebut xanthine, yang justru merupakan perangsang tubuh untuk tetap terjaga. Jika memang banyak yang merasa terbantu memudahkan tidur, hal ini bisa jadi merupakan efek psikologis saja bahwa susu hangat menjadi sumber relaksasi yang membuat pengonsumsinya merasa lebih tenang, seperti dapat merasakan kembali memori masa kecil yang menenangkan.

Minum Susu Sebelum Tidur pada Balita

Selain belum terbukti dapat menyebabkan rasa kantuk, terutama pada bayi dan balita, pemberian susu sebelum tidur justru memerlukan perhatian khusus untuk menghindari risiko tertentu.

  • Pastikan bayi dalam posisi duduk atau disangga dalam gendongan ketika mengonsumsi susu dari botol. Mengonsumsi susu botol dalam posisi tidur berisiko menyebabkan infeksi telinga.
  • Sebaiknya terus pegang botol bayi selama dia sedang minum dan hindari meninggalkannya dengan botol seorang diri untuk menghindari risiko tersedak.
  • Membiarkan botol bayi tetap berada dalam mulutnya sepanjang dia tidur berisiko menyebabkan lubang pada gigi. Saat malam, gigi paling berisiko berlubang karena lebih sedikit air liur dalam mulut untuk melindungi gigi-gigi ini.
  • Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, setelah minum susu, sebaiknya bersihkan gigi bayi terlebih dahulu sebelum dia tidur. Selain itu, hindari menambahkan gula atau cokelat tambahan ke dalam susunya.
  • Memberikan susu dalam botol tiap menjelang tidur membuatnya berisiko tidak belajar untuk tidur dengan sendirinya. Jika usianya lebih dari 6 bulan, mulailah mengurangi pemberian susu di malam hari agar kebiasaan tidur yang dihubungkan dengan susu dapat hilang.
  • Pemberian ASI bagi bayi dan balita di bawah 2 tahun adalah cairan yang lebih mudah dicerna tubuh dibandingkan susu formula.  Penelitian menemukan bahwa pola tidur pada bayi yang diberi ASI lebih efisien daripada yang diberi susu formula.
  • Seiring pertambahan usia, sebaiknya mulai kurangi volume dan frekuensi anak minum susu di malam hari. Sebagai gantinya, berikan dia air mineral sebagai cairan terbaik untuk menutup harinya.
Selain itu, ada banyak cara alami lainnya untuk membantu memudahkan tidur, baik bagi anak-anak hingga lansia, antara lain mengatur suhu kamar tidur agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin, memadamkan lampu atau menggunakan lampu tidur yang redup, membacakan cerita bagi anak, mendengarkan musik yang menenangkan, atau menempatkan lilin aromaterapi untuk membuat tubuh lebih rileks.