Manfaat Pijat Payudara setelah Ibu Melahirkan Ternyata Lebih Kompleks

Pijat payudara sering diasumsikan sebagai cara untuk memperbesar payudara atau sebagai bagian dari rangsangan seksual. Padahal sebenarnya aktivitas ini memiliki banyak potensi manfaat kesehatan, terutama bagi para wanita yang baru melahirkan.

Serupa dengan efek memijat bagian tubuh lain, pijat payudara wanita dapat mendatangkan rasa nyaman dan rileks. Lebih jauh lagi, ternyata manfaatnya bukan sekadar sebagai sarana relaksasi. Pijat payudara punya peranan penting bagi kesehatan wanita secara umum.

pijat payudara-alodokter

Merangsang persalinan

Memijat payudara dianggap efektif dalam melepaskan hormon oksitosin yang bermanfaat sebagai pemicu kontraksi. Namun perlu penelitian lanjut tentang keamanan, efektifitas, terutama pada wanita hamil berisiko tinggi.

Pijat payudara sebagai bagian dari rangsangan seksual

Pijat payudara dapat berperan sebagai perangsang seksual. Mulailah dari tengah dada dengan menuangkan sedikit minyak, kemudian lakukan gerakan memjiat dada pasangan hingga ke daerah puting. Rangsang puting dengan menjepitnya perlahan-lahan di antara ibu jari dan telunjuk.  Hindari menggosok atau memutar puting terlalu keras.

Melancarkan saluran ASI yang tersumbat

Penyumbatan pada saluran ASI umumnya disebabkan oleh produksi ASI yang lebih cepat dari frekuensi bayi menyusui atau ibu memerah ASI. ASI yang menumpuk dapat menyebabkan jaringan di sekitar saluran ASI membengkak dan meradang sehingga menyebabkan penyumbatan. Berikut beberapa tanda yang  mungkin dialami ibu menyusui yang mengalami penyumbatan saluran ASI:

  • Payudara terasa bengkak, penuh, dan sakit. Gejala ini dapat mereda setelah ASI dikeluarkan.
  • Terdapat benjolan atau warna payudara memerah yang terasa nyeri saat disentuh.
  • Ibu menyusui merasakan demam, nyeri dan tidak nyaman di sekitar area payudara, bisa jadi ini merupakan tanda adanya infeksi yang dapat menyebabkan mastitis jika tidak segera ditangani. Sebaiknya periksakan ke dokter jika mengalami kondisi semacam ini.
  • Mengalami stres berkepanjangan, pompa ASI yang kurang berkualitas, ataupun bra menyusui yang kurang tepat dapat menjadi penyebab tersumbatnya saluran ASI.

Dalam situasi ini, pijat payudara dapat menjadi solusi untuk meredakan nyeri. Minta perawat atau pasangan untuk memijat bagian luar payudara, perlahan-lahan hingga ke tengah atau puting. Selain itu, Anda dapat mencoba mengompres payudara dengan kain yang dibasahi air hangat.

Pijat payudara pasca persalinan

Persalinan dapat menjadi proses yang melelahkan bagi tubuh yang dapat menyebabkan tertundanya keluarnya ASI. Pijat tubuh, termasuk pijat payudara, dapat merangsang tubuh melepaskan endorfin yang menimbulkan rasa nyaman pada tubuh. Pijat payudara juga dapat memicu tubuh melepaskan hormon oksitosin yang merangsang ASI keluar dari payudara serta mengurangi risiko mastitis.

Pijat payudara untuk memerah ASI

Sebagian ibu menyusui menggunakan pompa untuk memerah ASI, tetapi sebagian ibu lain memilih untuk memerah dengan kedua tangan. Selain praktis, pijat payudara untuk memerah ASI dapat dilakukan tanpa ketergantungan pada ketersediaan alat ataupun listrik. Berikut tahapan-tahapan yang dapat dilakukan:

  • Setelah mencuci tangan, tempatkan kain yang telah dibasahi dengan air hangat pada payudara selama setidaknya dua menit.
  • Duduklah dengan posisi tubuh agak condong ke depan. Posisikan ibu jari dan telunjuk menyerupai huruf C mengelilingi bagian atas atau bawah puting. Jempol berada sekitar 2 cm di atas puting dan telunjuk pada bagian bawahnya. Sesuaikan posisi tangan dengan ukuran payudara. Hindari untuk menangkupkan tangan ke payudara ketika melakukan posisi ini.
  • Pijat payudara secara perlahan-lahan dengan memijat ke arah puting. Lakukan gerakan memutar menggunakan ibu jari dan jari-jari lainnya. Tetapi hindari meregangkan kulit di sekitar areola karena justru bisa menjadikan ASI lebih sulit untuk keluar. Ketika memerah ASI, lakukan gerakan tekan-perah-relaks secara berulang.
  • Keluarkan air susu ke dalam wadah. Sebaiknya gunakan wadah yang bermulut lebar seperti cangkir teh untuk kemudian dituang ke dalam tempat penyimpanan ASI.
  • Ulangi tahapan ini pada payudara yang lain.

Pada dasarnya pijat payudara dapat dilakukan oleh siapa saja, tetapi perlu diingat bahwa pijat payudara sebaiknya dilakukan oleh perawat atau ahli karena pijat yang berlebihan justru dapat menyebabkan kerusakan pada saluran ASI. Pastikan pijatan dilakukan dengan lembut dan ringan untuk mendapatkan manfaat maksimal.