Manfaat Sinar Matahari yang Mengandung Vitamin D

Jangan takut terpapar sinar matahari hanya karena enggan kulit tubuh menghitam. Sebab, manfaat sinar matahari yang mengandung vitamin D penting bagi kekuatan tulang kita.

Terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari memang bisa membuat kulit kita menjadi hitam. Namun jika tidak berlebihan, sinar matahari justru bisa menjadi teman hidup sehat kita. Ini karena sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang baik sekali. Tubuh kita memproduksi vitamin D dari sinar matahari yang langsung terkena kulit ketika kita berada di luar ruangan.

vitamins in sunlight

Vitamin D ini penting untuk penyerapan kalsium dan fosfor, membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, menjaga kesehatan otot, membuat sistem kekebalan tubuh bekerja dengan normal, serta membuat tubuh kita tahan terhadap penyakit tertentu.

Tapi, jika tubuh kita sampai kekurangan vitamin D, ada banyak dampaknya terhadap tubuh kita. Mulai dari sistem imun kita yang terganggu, kandungan fosfor dan kalsium di tubuh jadi berkurang, hingga meningkatkan risiko kita kehilangan pendengaran, menderita penyakit artritis rheumatoid (radang sendi kronis), hingga osteoporosis.

Jika sudah terkena osteoporosis, itu berarti kepadatan dan kekuatan tulang kita berkurang atau hilang. Tulang pun akan menjadi lemah, menipis, nyeri atau sakit, dan lebih rentan patah ketika kita terjatuh atau terbentur benda keras. Bahkan, sekedar batuk atau bersin bisa membuat tulang rusuk patah atau cedera pada salah satu tulang belakang.

Biasanya, penderita osteoporosis paling sering akan mengalami patah tulang pergelangan tangan, patah tulang pinggul, dan fraktur tulang belakang. Namun, tidak menutup kemungkinan tulang bagian lainnya juga patah, misalnya tulang di panggul atau lengan. Bahayanya, penyakit osteoporosis ini biasanya baru ketahuan setelah tulang kita ada yang patah.

Namun untungnya, penyakit tulang tersebut bisa dihindari dengan mendapatkan asupan dari sinar matahari yang mengandung vitamin D dan ditambah dengan kalsium yang cukup. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terkena sinar matahari selama 5-15 menit selama 2-3 kali dalam seminggu sudah membuat tubuh mampu menyimpan vitamin D dalam jumlah yang tinggi. Tapi, tidak disarankan berjemur pada pukul 10.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Karena pada jam-jam itu, kulit kita bakal lebih rentan terbakar.

Ketika berjemur, disarankan untuk tidak menggunakan tabir surya dan/atau pakaian yang menutup wajah, lengan, dan tangan. Maksudnya agar sinar matahari bisa masuk menembus kulit dan produksi vitamin D bisa dilakukan. Tapi jika ingin terpapar sinar matahari selama lebih dari 15 menit, Anda bisa mengoleskan tabir surya ke kulit. Selain itu, bisa juga dengan memakai topi pelindung dan kemeja lengan panjang.

Yuk, jaga kesehatan tulang dari sekarang, salah satu caranya dengan berjemur di bawah sinar matahari yang mengandung vitamin D. Jangan ragu juga untuk melakukan tes kepadatan mineral tulang agar kesehatan tulang terdeteksi sejak dini.