Manfaat Tes HBsAg untuk Mendiagnosis Hepatitis B

Tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B. Jika hasil tes menunjukkan hasil yang positif, maka hal tersebut menandakan adanya virus hepatitis B di dalam tubuh.

Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Menurut Kementrian Kesehatan, pada tahun 2014 terdapat sekitar 28 juta penduduk Indonesia dengan hepatitis B.

manfaat tes hbsag untuk mendiagnosis hepatitis b - alodokter

Penyakit hepatitis B kadangkala bisa tidak terdeteksi, karena ada sebagian penderita yang tidak merasakan gejala ketika terinfeksi virus hepatitis B. Adapun gejala yang bisa terjadi pada penyakit hepatitis B, seperti:

  • Kulit dan mata kuning.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri perut.
  • Demam.
  • Lelah yang berkepanjangan.
  • Kotoran yang berwarna keputihan.
  • Urine berwarna gelap.

Untuk mendiagnosis dengan tepat, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik, tes fungsi hati, dan serologi hepatitis B termasuk tes HBsAg melalui sampel darah. Sebagai langkah deteksi dan penanganan dini, tes HBsAg pada ibu hamil dan bayi baru lahir juga penting dilakukan.

Hubungan Tes HBsAg dengan Hepatitis B

HBsAg merupakan protein yang terdapat pada permukaan virus hepatitis B. Tes HBsAg yang menunjukkan hasil positif, menandakan bahwa seseorang terinfeksi virus hepatitis, dan kemungkinan dapat menulari virus tersebut pada orang lain. Namun, tes ini tidak bisa menjadi satu-satunya patokan, sebab hasil HBsAg yang positif juga bisa terjadi dalam waktu 2 minggu pasca vaksinasi hepatitis B pada beberapa orang.

Jika diperlukan, dapat dilakukan tes tambahan untuk memastikan infeksi hepatitis B, yaitu tes Anti HBc, anti HBs, dan IgM anti HBc. Dengan serangkaian tes tersebut, dapat diperoleh hasil untuk memastikan penyakit hepatitis B yang dialami, sekaligus mengetahui hepatitis B yang diderita masuk ke tahap akut atau kronis.

  • Hepatitis Akut

Pada penyakit hepatitis B akut misalnya, hasil tes akan menunjukkan:

  • HBsAg positif
  • anti HBc positif
  • IgM anti-HBc positif
  • Anti-HBs negatif

Infeksi hepatitis B akut biasanya akan terjadi dalam waktu singkat, yaitu berkisar 1-3 bulan. Setelah terjadinya infeksi hepatitis B, tubuh bisa kembali pulih sepenuhnya dalam kurun waktu beberapa bulan dengan dukungan sistem kekebalan tubuh yang baik. Jika sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan tuntas virus hepatitis B, maka dapat berkembang menjadi hepatitis B kronis.

  • Hepatitis kronis

Pada hepatitis B kronis, hasil tes menunjukkan:

  • HbsAg positif
  • Anti-HBc positif
  • IgM anti-HBc negatif
  • Anti-HBs negatif

Apabila infeksi hepatitis B terjadi selama lebih dari 6 bulan maka kondisi ini termasuk hepatitis B kronis. Gejala hepatitis B kronis biasanya lebih ringan atau tidak bergejala, dan sering kambuh. Jika sistem kekebalan tubuh tidak optimal, maka sulit melawan infeksi virus hepatitis B. Bahkan seseorang yang menderita infeksi hepatitis B kronis mungkin dapat menderita penyakit ini sepanjang hidupnya.  Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis dan kanker hati, jika tidak diobati.

Untuk mendapat perlindungan dari penyakit hepatitis B, Anda perlu mendapat vaksinasi hepatitis B, menjalani pola hidup sehat, hindari perilaku berisiko seperti seks bebas dan berbagi pakai jarum suntik. Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk tes HBsAg, juga merupakan salah satu langkah penting dalam mendeteksi dini penyakit hepatitis B.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi