Manfaat Vitamin C Ternyata Bisa Berbahaya Jika Berlebihan

Meskipun manfaat vitamin C begitu banyak bagi keuntungan tubuh manusia, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C (overdosis vitamin C) ternyata juga dapat mendatangkan penyakit.

Manusia perlu mengonsumsi vitamin C secara teratur karena tubuh tidak dapat memproduksi maupun menyimpan vitamin ini secara alami. Vitamin C adalah vitamin yang larut di dalam air dengan salah satu kegunaannya adalah membantu tubuh menyerap zat besi. Manfaat vitamin C juga penting dalam mendukung pertumbuhan badan secara normal. Selain itu, vitamin C berperan membantu melindungi sel-sel tubuh, membantu penyembuhan luka, dan membantu menjaga kesehatan jaringan ikat.

manfaat vitamin C-alodokter

Umumnya, manfaat vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayur, seperti dari konsumsi brokoli, stroberi, dan cabai merah. Selain dari sayur dan buah, berbagai manfaat vitamin C juga bisa diperoleh dari tablet vitamin C kunyah, tablet yang dilarutkan ke dalam air, permen, pil, hingga dalam bentuk suntikan. Namun manfaat vitamin C dalam bentuk suntikan harus diberikan oleh tenaga medis profesional dan resmi untuk menghindari risiko terjadinya efek samping.

Perokok, ibu hamil, dan ibu menyusui membutuhkan dosis sedikit lebih tinggi. Pengidap kondisi tertentu, seperti methemoglobinemia, memerlukan vitamin C dengan dosis lebih tinggi juga.

Efek Samping Vitamin C Dosis Tinggi

Sebanyak 65-90 miligram  vitamin C per hari adalah takaran yang direkomendasikan untuk dikonsumsi. Tidak ada manfaat lebih yang akan didapatkan tubuh jika mengonsumsi jumlah vitamin dan mineral di atas itu. Secara alami, tubuh akan langsung membuang kelebihan vitamin C melalui urine.

Meski begitu, seorang pakar nutrisi mengungkapkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak vitamin dan mineral dapat menyebabkan masalah kesehatan. Beberapa contohnya adalah kesulitan berkonsentrasi, kesemutan akibat gangguan saraf dan lain-lain, tergantung kepada jenis nutrisi yang dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin C dalam kadar yang terlalu tinggi (megadosis) ternyata dapat menyebabkan gejala-gejala, seperti:

Gejala-gejala tersebut umumnya dapat mereda segera setelah konsumsi vitamin C dihentikan. Sementara efek samping lain yang bisa terjadi akibat konsumsi vitamin C dosis tinggi adalah:
  • Peningkatan ekskresi asam urat.
  • Peningkatan ekskresi oksalat dan batu ginjal.
  • Berkurangnya kemampuan tubuh menyerap vitamin B12 dan tembaga.
  • Kelebihan zat besi dan peningkatan kebutuhan oksigen dalam tubuh.
Tidak hanya itu, seorang pakar diet menyatakan bahwa sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin C terlalu banyak di masa kehamilan dapat menyebabkan sakit perut dan meningkatkan risiko mengalami persalinan prematur. Vitamin C dalam dosis terlalu tinggi berisiko menyebabkan hiperoksaluria, yaitu gangguan kesehatan serius saat asam oksalat yang diekskresikan di dalam urine terlalu banyak sehingga meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, seseorang yang mengonsumsi vitamin C dosis tinggi setelah menjalani transplantasi ginjal bisa meninggal dunia akibat timbunan kalsium oksalat yang merusak ginjal barunya. Ini sebabnya vitamin C tidak boleh diberikan pada pasien gagal ginjal.

Di samping itu, vitamin C juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat-obatan, termasuk obat bebas, suplemen vitamin, obat herba, dan terutama obat-obatan ilegal. Vitamin ini juga dapat berinteraksi dengan pil KB seperti estradiol dan ethinyl estradiol.

Utamakan Vitamin C dari Buah dan Sayur

Seorang ahli gizi menjelaskan bahwa meski sebagian besar multivitamin aman untuk dikombinasikan dengan makanan, namun untuk mendapatkan hasil maksimal dari manfaat vitamin C, konsultasikan ke dokter perihal dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Untuk meminimalkan risiko kelebihan vitamin C, direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari beragam sayur dan buah dibandingkan dari suplemen vitamin C. Pastikan untuk mengonsumsi minimal satu macam makanan kaya vitamin C tiap hari seperti, jeruk, kiwi atau stroberi.