Mari Telusuri Seluk Beluk Karbon Dioksida di Dalam Tubuh Kita

Karbon dioksida adalah produk limbah berupa gas yang dihasilkan dari metabolisme sel di dalam tubuh. Urutan perjalanan gas ini diawali dengan terkumpul di dalam jaringan, dialirkan oleh darah dari jaringan ke pembuluh darah, lalu dari sini dibawa oleh hemoglobin pada sel darah merah, dan akhirnya diembuskan keluar tubuh melalui paru-paru. Jadi, udara yang keluar melalui pernapasan kita itulah yang dinamakan dengan karbon dioksida.

Karbon dioksida biasa disingkat menjadi CO2. Lebih dari 90 persen CO2 dalam kandungan darah berbentuk bikarbonat (HCO3) dan sekitar 10 persen sisanya mengandung karbon dioksida dan asam karbonat (H2CO3). Sebagaimana kadar ketiga unsur ini ditentukan oleh kinerja paru-paru dan ginjal, maka tes karbon dioksida darah dapat dimanfaatkan untuk membantu menguji keberadaan gangguan pada organ-organ terkait.

karbon dioksida - alodokter

Tes Keberadaan Penyakit melalui Tingkat Karbon Dioksida

Tes darah ini berkaitan erat dengan pemeriksaan tingkat karbon dioksida atau bikarbonat di dalam darah. Jenis penyakit yang dapat diketahui melalui tes ini adalah masalah metabolisme, penyakit paru-paru, serta gangguan pada ginjal. Anda tidak perlu takut jika harus melakukan tes ini sebab prosesnya mudah, tidak berlangsung lama, serta tidak akan menyakitkan. Ahli medis hanya akan menyuntikkan jarum ke dalam vena untuk mengambil sampel darah.

Meskipun mudah dan praktis, jangan lupa untuk menyampaikan kepada dokter yang menangani soal obat-obatan yang sedang Anda konsumsi dalam jangka panjang maupun pendek, termasuk antibiotik, diuretik dan kortikosteroid. Dengan begitu dokter dapat menyesuaikan penanganan karena beberapa konsumsi obat-obatan dapat memengaruhi hasil tes akhir.

Anda pun berhak untuk mendapatkan penjelasan mengenai tes kesehatan ini, seperti:

  • Tingkat kepentingan dari tes ini
  • Apakah ada risiko di baliknya.
  • Bagaimana tingkat keakuratan hasil akhir terhadap penyakit yang mungkin Anda idap.
Karenanya, jangan ragu untuk bertanya-tanya dan mencari informasi selengkap-lengkapnya kepada dokter.

Kaitan Tingkat Karbon Dioksida dan Kondisi Asidosis

Kondisi ketika kadar CO2 terlalu tinggi di dalam darah disebut asidosis pernapasan. Pada dasarnya, paru-paru adalah organ yang bertugas mengeluarkan karbon dioksida, namun seseorang yang mengalami kondisi asidosis akan mengalami gangguan pada sistem pernapasan yang menyebabkan karbon dioksida tidak bisa dikeluarkan secara optimal. Hal ini terjadi pada seorang penderita asma atau gangguan pernapasan kronis sejenisnya. Penyebab-penyebab lainnya meliputi:
  • Adanya perlemahan otot-otot dada.
  • Gangguan pada sistem saraf.
  • Obesitas yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Penyalahgunaan obat penenang.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol

Mewaspadai Keracunan Karbon Dioksida

Jika Anda hobi berolahraga scuba diving, Anda mungkin patut mewaspadai kemungkinan keracunan karbon dioksida. Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda mengenakan pakaian ketat seperti yang perlu dikenakan pada olahraga tersebut.

Penyebab-penyebab lain adalah kelelahan, menyelam di tempat yang terlalu dalam, adanya kerusakan regulator, serta peralatan pernapasan yang tidak memadai. Peralatan pasokan udara yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida. Hal-hal inilah yang memungkinkan kadar karbon dioksida pada darah meningkat sehingga Anda mengalami keracunan gas tersebut.

Pusing, mual, muntah, peningkatan detak jantung, dan pernapasan yang menjadi lebih cepat adalah sebagian dari tanda-tanda Anda mengalami keracunan karbon dioksida. Pada tingkatan yang lebih parah, Anda bisa mengalami kejang hingga pingsan. Bila sudah menampakkan gejala-gejala sedemikian, segera minta bantuan dokter.

Gas karbon dioksida mungkin jarang terdengar di dalam kehidupan sehari-hari, namun sebenarnya gas ini begitu dekat dengan keseharian dan kesehatan kita. Kini setelah Anda lebih mengenal gas ini, mari mulailah bertanggung jawab dengan kesehatan kita demi bisa menghindari gangguan akibat zat beracun ini.