Masalah pada Mata Yang Umum Menimpa Bayi Bunda

Sebagian besar masalah mata yang terjadi pada bayi bisa dianggap bukan kondisi yang serius, meski tidak boleh diabaikan juga. Yang perlu diwaspadai adalah bila tidak ditangani dengan baik, bukan tidak mungkin masalahnya bisa menjadi lebih serius.

Sebagai tindakan antisipasi, Ayah dan Bunda perlu mengenali tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam daya penglihatan buah hati serta penanganan yang dapat dilakukan di rumah.

Masalah pada Mata Yang Umum Menimpa Bayi Bunda - Alodokter

Berikut adalah tiga masalah mata yang biasa dialami bayi beserta tindakan penanganan yang dianjurkan.

Mata Juling (Strabismus)

Pada beberapa bulan pertama usianya, sebagian bayi mengalami mata juling alias bola mata tidak sejajar. Ini karena otot-otot yang mengontrol mata bayi masih lemah. Namun, bola mata biasanya sudah lurus sejajar dimulai sejak bayi menginjak usia 4-6 bulan. Segera periksakan ke dokter spesialis mata anak, bila mata juling terdeteksi sebagai strabismus dengan tanda-tanda:

  • Bayi sudah berusia lebih dari 4 bulan, akan tetapi bola mata tetap menyimpang ke atas, ke bawah, ke dalam, atau ke luar. Kondisi ini bisa melibatkan hanya salah satu mata maupun kedua mata.
  • Penyimpangan bola mata terjadi pada waktu yang sama setiap hari atau pada saat melakukan aktivitas tertentu.

Bila terdeteksi sejak dini, strabismus dapat diatasi melalui beragam pilihan perawatan yang efektif dan aman. Mengabaikannya atau menunggu terlalu lama untuk menanganinya dapat benar-benar memicu kehilangan penglihatan permanen. Kunci penting di sini adalah kondisi strabismus pada anak harus segera ditangani.

Saluran Air Mata Tersumbat

Pada umumnya, mata menjadi berair karena menangis atau adanya penyumbatan pada saluran air mata. Sedangkan pada bayi, penyebab mata berair biasanya adalah keterlambatan perkembangan dan pembukaan saluran air mata bayi. Jangan khawatir karena hal ini biasanya bukan kondisi serius. Sekitar 1 di antara 20 bayi bisa mengalami kondisi ini, baik pada kedua mata maupun salah satu mata. Pada umumnya, bayi sendiri tidak terganggu dengan kondisi demikian.

Namun, kondisi ini tentu bisa memicu terjadinya infeksi bila tidak ditangani. Pada kondisi saluran air mata tersumbat yang tidak menjadi infeksi, cairan mata berjumlah sedikit dan berwarna putih atau kekuning-kuningan. Cairan ini nantinya akan menjadi belek selama bayi tidur. Sementara pada kondisi yang berakhir dengan infeksi, cairan mata banyak dan berwarna kuning atau hijau yang terus berkelanjutan sepanjang hari.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk menangani penyumbatan saluran air mata pada bayi.

  • Kompres sudut mata dekat hidung dengan air hangat dan pijat lembut.
  • Gunakan jarimu untuk menekan dengan lembut sisi luar hidung bayi, usap ke bagian bawah menuju sudut hidung. Ulangi sebanyak sepuluh kali per hari. Sebagian besar bayi dapat menjadi lebih baik dengan pijatan ini sehingga tidak membutuhkan perawatan lanjutan. Pastikan tangan Bunda dalam keadaan bersih, ya.
  • Bila terdapat kotoran mata atau belek, basuh dengan kain bersih atau kapas yang sudah dilembutkan dengan air bersih. Pastikan airnya sudah dimasak hingga mendidih kemudian didinginkan.
  • Hubungi dokter bila keluar cairan nanah dan belek mata terjadi sepanjang hari.
  • Operasi kecil mungkin diperlukan bila saluran air mata masih tersumbat, padahal bayimu sudah berumur enam bulan. Pada sebagian kasus, Bunda mungkin perlu menunggu hingga bayi berusia satu tahun. Semua tergantung pemeriksaan dokter. Operasi itu sendiri bertujuan membersihkan saluran air mata. Bila saluran sudah terbuka, baik dengan sendirinya maupun dengan operasi, maka saluran biasanya akan tetap membuka dan tidak akan menyebabkan masalah lagi.

Infeksi

Bila mata bayi terkontaminasi oleh bakteri, bagian putih mata bisa menjadi berwarna sangat merah dan mungkin mengeluarkan cairan nanah serta kotoran mata. Kondisi yang bisa membuat mata terasa perih dan gatal ini disebut konjungtivitis. Selain kontaminasi bakteri, penyebab yang lain adalah akibat iritasi, reaksi alergi, atau hal lain yang mungkin lebih serius. Segera periksakan ke dokter jika bayimu mengalami kondisi-kondisi semacam ini.

Dokter biasanya meresepkan salep atau obat tetes mata antibiotik yang perlu dipakai selama beberapa hari. Cuci tangan dan pastikan kebersihannya sebelum dan setelah Bunda mengoleskan salep, memberikan tetes mata, atau menyentuh area sekitar mata bayi. Selain itu, hindari kontak dengan mata bayi.

Untuk memastikan kesehatan mata bayi, orang tua jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan antenatal, yaitu pemeriksaan dari ujung kepala hingga ujung kaki bayi, termasuk pemeriksaan secara spesifik pada mata, jantung, dan pinggul. Khusus untuk bayi laki-laki akan ditambahkan dengan pemeriksaan testis. Pemeriksaan antenatal sebaiknya pertama kali dilakukan dalam kisaran 72 jam setelah melahirkan dan dilakukan lagi pada minggu ke 6-8.

Tanda Bahaya Masalah Penglihatan

Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda bahaya masalah penglihatan pada bayi. Segera periksakan ke dokter bila bayi mengalami satu atau lebih tanda bahaya berikut.

  • Salah satu mata bayi tidak pernah terbuka.
  • Mata bayi tidak bergerak normal, misalnya salah satu bola mata bergerak dan yang lainnya tidak atau salah satu bola mata melihat ke arah yang berbeda ketika yang satu lagi sedang bergerak.
  • Bayi selalu memiliki tanda titik putih yang tidak biasa pada matanya bila difoto menggunakan kamera dengan flash.
  • Mata bayi terlihat keruh, seperti ada warna putih, putih keabuan, atau kuning pada pupil.
  • Bayi sering mengucek matanya ketika dia tidak mengantuk.
  • Bayi terlihat sensitif terhadap cahaya.
  • Bayi sering menyipitkan mata.
  • Salah satu bola mata bayi lebih besar dari yang lainnya.
  • Kelopak mata bayi terlihat terkulai lemas.
  • Salah satu atau kedua mata bayi terlihat menonjol.
  • Bayi tidak menaruh perhatian pada gerakan, cahaya, atau gangguan lainnya padahal usianya sudah lebih dari satu bulan.
  • Orang tua menemukan adanya perubahan pada matanya dibanding keadaan biasanya.

Perhatikan pula tanda-tanda berikut bila bayimu sudah berusia tiga bulan.

  • Mata bayi tidak mengikuti gerakan mainan yang ada di depannya.
  • Bayi terlihat suka memiringkan kepala ketika melihat benda-benda.
  • Bola mata bayi bergerak ke arah dalam atau luar dan tetap seperti itu.
  • Bola mata bayi terlihat seperti melompat atau berguncang bolak-balik.

Orang tua juga perlu berperan aktif membantu perkembangan daya penglihatan bayi. Caranya antara lain dengan mengubah posisi tempat tidur bayi dan posisi bayi secara berkala serta gunakan lampu tidur atau lampu redup di kamar bayi.  Berbicaralah pada Si Kecil, ganti posisi kiri dan kanan ketika menyusui, serta letakkan mainan di dalam jarak fokus pandangan bayi, yaitu sekitar 20-30 cm darinya. Kesemua tindakan tadi dapat memberikan rangsangan yang membantu perkembangan visual Si Buah Hati.