Masalah yang Bisa Terjadi jika Janinmu Terlalu Besar

Kelebihan berat badan tidak hanya bisa menimpa dirimu saat hamil. Janin di dalam kandungan ternyata juga bisa mengalaminya, lho! Kondisi janin seperti ini kerap disebut large for gestational age (LGA) atau janin yang memiliki ukuran di atas rata-rata berdasarkan takaran usia kehamilan dan jenis kelamin yang sama.

Untuk mengetahui ukuran janin selama kehamilan, dokter akan mengukur tinggi rahimmu. Pengukuran dilakukan dari jarak antara tulang kemaluan hingga bagian atas rahim. Biasanya pengukuran ini dimulai sekitar kehamilan berusia 20 minggu. Ukuran janin bisa dikatakan normal ketika tinggi rahim kira-kira sama dengan usia kehamilan. Sebagai contoh, saat ini kehamilanmu berusia 20 minggu, maka tinggi rahim yang seharusnya adalah sekitar 17-23 cm. Janinmu dinilai terlalu besar ketika tinggi rahim lebih tinggi 3 cm dibandingkan ukuran seharusnya sesuai usia kehamilan yang sama.

masalah yang bisa terjadi jika janinmu terlalu besar - Alodokter

Kondisi ini biasanya terjadi pada 5-8 janin dari tiap 100 janin. Penyebab pasti janin besar tidak selalu bisa diketahui secara pasti, tapi ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risikomu mengalami kondisi semacam ini, seperti:

  • Menderita diabetes. Sejauh ini, menderita diabetes saat hamil merupakan penyebab paling umum janin berukuran besar. Kadar gula darah tinggi pada tubuh seorang ibu yang menderita diabetes bisa memasuki tubuh janin melalui plasenta. Pada akhirnya, hal ini bisa memengaruhi ukuran janin.
  • Faktor genetik. Sebagian dari kasus janin besar dipicu oleh genetik. Jadi, wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan bayi besar atau pernah melahirkan bayi besar akan lebih berisiko.
  • Hamil anak laki-laki. Janin berjenis kelamin laki-laki lebih mungkin memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang janin perempuan.
  • Usia kehamilan lebih lama. Usia kandunganmu sudah melebihi tanggal prediksi kelahiran yang telah ditentukan dokter.
Akan tetapi, banyak ibu yang melahirkan bayi besar tidak memiliki faktor risiko yang telah disebutkan di atas. Mengingat ukuran fisik yang lebih besar dibandingkan janin pada umumnya, maka kesulitan dalam persalinan pun dapat mengintai. Ditambah lagi risiko beberapa gangguan yang bisa terjadi, misalnya:
  • Proses melahirkan melalui vagina cenderung memakan waktu yang terlalu lama.
  • Area perineum robek (kulit antara vagina dan anus).
  • Bahu bayi tersangkut di jalur lahir.
  • Risiko bayi harus dilahirkan melalui operasi caesar meningkat.
  • Menderita penyakit kuning.
  • Kadar gula darah rendah, kesulitan bernapas, dan cacat lahir mungkin saja terjadi apabila bayi terlahir dari ibu pengidap diabetes.
Apabila kamu didiagnosis memiliki janin besar, dokter akan menentukan langkah penanganan dengan melihat beberapa pertimbangan seperti: umur kehamilan, progresivitas penyakit, kondisi kesehatan secara umum, pendapat ibu dalam hal terapi dan lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, kamu disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat selama menjalani masa-masa kehamilan, seperti mengonsumsi makanan yang sehat, rutin berolahraga, dan rutin memeriksakan kandungan di klinik atau rumah sakit bersalin.