Melawan Inflamasi dengan Nutrisi dari Makanan Ini

Inflamasi merupakan mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus dan bakteri. Pada saat mekanisme alami ini berlangsung, sel-sel darah putih dan zat yang dihasilkannya sedang melakukan perlawanan dalam rangka membentuk perlindungan.

Inflamasi bukan hanya terjadi akibat kehadiran benda asing yang menyerbu sistem kekebalan tubuh kita. Trauma fisik dan bahan iritan juga dapat memunculkan respons inflamasi tubuh. Sayangnya pada beberapa kasus, inflamasi atau peradangan terjadi justru ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi memberikan perlindungan malah menyerang tubuh sendiri. Salah satu contoh adalah penyakit radang sendi yang biasa dikenal dengan sebutan penyakit autoimun.

melawan inflamasi dengan nutrisi dari makanan ini - alodokter

Inilah Tujuan Tubuh Melakukan Inflamasi

Inflamasi dipandang sebagai sistem kekebalan alami yang dimiliki tubuh dalam upaya melawan serangan penyakit. Proses ini merupakan respons biologis terhadap sinyal bahaya yang menghampiri tubuh. Tanpa adanya proses peradangan, maka kemungkinan bagi infeksi dan luka kecil untuk sembuh menjadi sangat kecil.

Selain melawan sumber infeksi dan menyembuhkan luka, menurut sebuah penelitian peradangan juga bisa mendukung proses penyembuhan jaringan otot yang mengalami kerusakan. Peneliti menyarankan untuk tidak menghilangkan keseluruhan proses inflamasi bagi tubuh di dalam proses terapi atau pengobatan penyakit.

Meski memiliki niat dan fungsi yang baik bagi tubuh, proses ini juga terkadang merugikan. Hal ini karena peradangan bisa terus berlanjut bahkan bisa berlangsung selamanya dalam tubuh. Banyak inflamasi yang tercipta sebagai usaha untuk melawan proses peradangan yang sudah terjadi dalam tubuh.

Diet Khusus untuk Mengendalikan Inflamasi

Telah kita ketahui bahwa proses inflamasi diperlukan tubuh dalam melawan infeksi dan proses penyembuhan luka. Namun perlu diingat bahwa inflamasi yang terjadi secara kronik (jangka panjang), dapat timbul beberapa kondisi ataupun penyakit yang justru membahayakan tubuh, misalnya radang sendi akibat rheumatoid arthritis

Oleh karena itu, terkadang mengurangi peradangan penting untuk dilakukan. Beberapa obat antiradang sudah bisa didapatkan di apotek. Disarankan untuk menggunakan resep dari dokter untuk mengonsumsi obat-obatan ini untuk mendapatkan takaran yang tepat.

Selain obat, tetap tidak ada salahnya untuk memanfaatkan makanan sehari-hari sebagai cara untuk melawan efek merugikan dari kondisi inflamasi.

Tempe

Siapa yang tidak tahu makanan asli Indonesia ini? Ya, tempe yang berasal dari kedelai yang difermentasi ini ternyata menyimpan nutrisi pendukung upaya melawan inflamasi di dalam tubuh. Makanan yang bisa diolah ke dalam berbagai masakan ini kaya akan isoflavon. Senyawa tersebut memiliki potensi untuk membantu mengelola rasa sakit dan melindungi tubuh dari penyakit. Selain itu, senyawa isoflavon di dalam tempe yang disebut genistein ini juga terbukti baik untuk mengurangi terjadinya peradangan dan nyeri. Setidaknya penelitian terakhir sudah terbukti pada tikus.

Buah beri

Buah-buahan mengandung antioksidan yang tinggi, namun rendah lemak dan rendah kalori. Menjadikan semua buah-buahan adalah sumber makanan alami yang dapat membantu melawan peradangan. Hanya saja, buah-buahan dari kelompok buah beri kemungkinan besar baik dalam meredakan inflamasi berkat kandungan antosianin di dalamnya. Selain buah beri, masih ada buah apel, ceri, dan nanas yang juga berpotensi melawan peradangan di dalam tubuh.

Ikan

Jika selama ini daging merah telah dijadikan asupan utama dalam mendapatkan asupan protein, cobalah variasikan dengan ikan. Daging merah mengandung kolesterol dan garam yang lebih tinggi dibanding ikan, sehingga bisa lebih memicu terjadinya inflamasi. Sementara itu, khususnya ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 berpotensi meredakan peradangan dalam tubuh.

Cokelat

Makanan nikmat lain yang juga berpotensi membantu meredakan peradangan adalah cokelat. Hal ini terutama untuk cokelat yang terdiri dari minimal 70 persen kakao murni. Selain rendah lemak, sama seperti buah-buahan di atas, cokelat juga bagus untuk menekan agar peradangan tidak merajalela.

Aneka makanan di atas baik terutama sebagai langkah pencegahan. Namun jika inflamasi di dalam tubuh sudah pada tahap mengkhawatirkan, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Konsultasi juga dibutuhkan saat sedang melakukan terapi penanganan agar dokter bisa mengetahui apa saja efek yang ditimbulkan dari proses pengobatan yang sedang dijalani.